Investigasi Mengungkap Jurnalis Palsu yang Mempromosikan Kripto

Empat jurnalis keuangan ternama kini menjadi sorotan setelah investigasi The Press Gazette menemukan bukti kuat bahwa mereka mungkin bukan manusia sungguhan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa keempatnya diduga menggunakan identitas palsu dan bahkan gambar profil yang dihasilkan AI untuk mempromosikan aset kripto di berbagai media ternama, termasuk Forbes, HuffPost, CoinTelegraph, VentureBeat, dan The Street.

Keterkaitan dengan Perusahaan PR Kripto

Keempat jurnalis yang menggunakan nama Nikolai Kuznetsov, Reuben Jackson, Luis Aureliano, dan Joe Liebkind diduga memiliki hubungan erat dengan perusahaan MarketAcross. Perusahaan ini mengklaim sebagai penyedia layanan PR untuk perusahaan blockchain terkemuka di dunia. Investigasi menemukan bahwa:

  • Gambar profil keempat jurnalis diduga merupakan foto AI atau stok foto yang mudah dilacak.
  • Tidak ada jejak digital yang jelas tentang mereka di luar karya tulis yang dipublikasikan di media keuangan.
  • Mereka secara konsisten mempromosikan aset kripto yang dikelola oleh klien MarketAcross, termasuk proyek yang gagal seperti Gladius yang runtuh pada 2017.

Bukti Keterlibatan Perusahaan PR

Salah satu temuan paling mencolok adalah situs web yang sudah tidak aktif milik Kuznetsov terdaftar di alamat yang sama dengan InboundJunction, sebuah grup media dan PR untuk merek teknologi, AI, dan siber. Perusahaan ini memiliki pendiri yang sama dengan MarketAcross. Meskipun demikian, tidak satu pun media tempat mereka menulis dapat memberikan bukti keberadaan keempat jurnalis tersebut.

"Kami tidak mempekerjakan jurnalis, dan karyawan kami tidak mengelola profil yang Anda sebutkan. Kami tidak memiliki data kontak pribadi untuk individu tersebut, dan aktivitas apa pun yang terkait dengan mereka tampaknya sudah lama berlalu," ujar seorang mitra pengelola MarketAcross dan InboundJunction dalam pernyataan resmi.

Skema Manipulatif di Industri Kripto

Industri kripto dikenal sebagai wilayah yang rawan penipuan, dan praktik ini semakin memperburuk citra media digital. Laporan ini menyoroti betapa mudahnya informasi palsu menyebar di era digital saat ini. Para editor media diharapkan lebih ketat dalam memverifikasi kontributor freelance untuk mencegah penyebaran konten yang meragukan.

Sebagai pembaca, penting untuk selalu memeriksa kredibilitas sumber sebelum mengambil keputusan investasi atau mempercayai informasi yang disampaikan oleh seorang penulis atau akun media sosial.

Referensi Lebih Lanjut

Sebagai informasi tambahan, terdapat kasus serupa di mana sebuah perusahaan PR diduga menjalankan situs berita palsu yang menjiplak jurnalisme asli dalam skala besar.

Sumber: Futurism