Setelah sejumlah insiden kontroversial terkait penggunaan AI, The New York Times mengirimkan pengingat kebijakan kepada para kontributor freelance pada Selasa (14/5). Surat elektronik tersebut menekankan bahwa semua konten yang dikirimkan—baik tulisan maupun visual—harus merupakan hasil karya manusia secara penuh.

Dalam surat yang ditinjau oleh Futurism, NYT menyatakan:

"Untuk jelasnya mengenai AI: Semua tulisan dan visual yang dikirimkan kontributor freelance kepada The New York Times harus merupakan hasil kreativitas dan keterampilan manusia. Seluruh konten yang diserahkan harus berasal dari laporan, tulisan, dan karya asli mereka sendiri."

Surat tersebut juga menekankan larangan penggunaan AI generatif dalam konten yang dikirim. Kontributor dilarang mengirimkan materi yang mengandung konten yang dihasilkan, dimodifikasi, atau ditingkatkan oleh alat AI generatif. Selain itu, NYT juga melarang penggunaan AI untuk membantu menulis bagian mana pun dari sebuah cerita.

Dokumen kebijakan yang dirujuk dalam surat tersebut secara tegas melarang penggunaan alat AI generatif seperti chatbot (Gemini, Claude, ChatGPT, Perplexity), produk pencarian berbasis AI seperti Google AI Overviews, serta generator gambar (Adobe Firefly, DALL-E, MidJourney).

Pengumuman ini muncul di tengah upaya NYT untuk menangani masalah konten yang dihasilkan AI yang masuk ke dalam publikasinya. Pada Maret lalu, NYT menghadapi sorotan setelah seorang kontributor kolom Modern Love diduga menggunakan AI untuk menulis esai pribadi. Penulis tersebut kemudian mengakui bahwa ia menggunakan chatbot untuk mengonsep dan mengedit tulisannya.

Pada April, NYT memutus kerja sama dengan seorang freelancer yang mengakui menggunakan AI untuk menulis ulasan buku. Setelah dipublikasikan, ulasan tersebut ditemukan mengandung banyak plagiarisme. Baru-baru ini, NYT kembali menghadapi masalah serupa ketika sebuah artikel yang ditandatangani oleh kepala biro Kanada NYT dikoreksi karena mengandung kutipan palsu yang dihasilkan AI.

Koreksi tersebut menyebutkan:

"Sebuah artikel pada 15 April tentang keberhasilan Mark Carney, Perdana Menteri Kanada dari Partai Liberal, dalam membangun aliansi lintas partai diperbarui setelah The New York Times mengetahui bahwa pernyataan yang dikaitkan kepada Pierre Poilievre, pemimpin Partai Konservatif, sebenarnya merupakan ringkasan AI mengenai pandangannya tentang politik Kanada yang disajikan sebagai kutipan."

NYT menyatakan bahwa reporter seharusnya memverifikasi akurasi informasi yang dihasilkan alat AI sebelum menerbitkannya.

Saat dihubungi mengenai apakah pengingat ini berkaitan dengan serangkaian skandal AI yang baru-baru ini terjadi, pihak NYT belum memberikan tanggapan. Artikel ini juga membahas lebih lanjut mengenai praktik penggunaan AI di media massa.

Sumber: Futurism