Festival Film Internasional Cannes 2026 resmi dimulai, dan hari pertama sudah dipenuhi dengan berbagai kontroversi. Meskipun baru satu hari berjalan, acara bergengsi ini telah mencuri perhatian publik dengan pernyataan kontroversial seputar kecerdasan buatan (AI), kembalinya sutradara favorit, serta minimnya representasi Hollywood.
AI dan Seni: Demi Moore Berbicara tentang Masa Depan Kreativitas
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, Ketua Juri Cannes 2026, Park Chan-wook (sutradara asal Korea Selatan), memimpin diskusi yang tak lepas dari isu hangat. Anggota juri lainnya, Demi Moore, angkat bicara mengenai kecerdasan buatan (AI).
Menurut Moore, perlawanan terhadap AI justru akan memperburuk situasi. "AI sudah ada di sini. Melawannya berarti melawan sesuatu yang tidak bisa kita menangkan. Jadi, lebih baik mencari cara untuk bekerja sama dengannya," ujarnya kepada para wartawan.
Ia melanjutkan, "Pertanyaan tentang apakah kita sudah cukup melindungi diri dari AI sulit dijawab. Seni adalah tentang ekspresi. Jika kita mulai menyensor diri sendiri, maka kita justru membunuh inti kreativitas—tempat di mana kita bisa menemukan kebenaran dan jawaban."
Selain Moore, juri Cannes 2026 juga terdiri dari Laura Wandel (sutradara asal Belgia), Chloé Zhao (sutradara nominasi Oscar untuk film Hamnet), dan aktris Ruth Negga.
Solidaritas terhadap Seniman yang Dikucilkan karena Kritik terhadap Gaza
Isu lain yang tak kalah panas dibahas oleh Paul Laverty, anggota juri asal Skotlandia yang menulis skenario untuk film pemenang Palme d'Or, The Wind That Shakes the Barley dan I, Daniel Blake (keduanya disutradarai oleh Ken Loach).
Dalam konferensi pers yang hampir berakhir, Laverty menyampaikan solidaritasnya kepada para bintang Hollywood yang dikucilkan karena mengkritik tindakan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
"Bolehkah saya meninggalkan satu hal kecil? Festival Film Cannes memiliki poster yang indah. Tapi, mengapa beberapa bintang seperti Susan Sarandon, Javier Bardem, dan Mark Ruffalo diboikot karena pandangan mereka dalam menentang pembunuhan wanita dan anak-anak di Gaza? Sungguh memalukan bagi mereka yang melakukan itu. Saya menghormati dan sepenuhnya solidaritas kepada mereka. Mereka adalah yang terbaik dari kita, dan saya mengagumi mereka."
Laverty juga melontarkan candaan gelap dengan berharap festival tidak dibom karena poster-poster resmi Cannes menampilkan wajah para bintang tersebut.
Kembalinya Guillermo del Toro dan Sorotan Lainnya
Selain kontroversi, Cannes 2026 juga disambut dengan antusiasme karena kembalinya sutradara favorit, Guillermo del Toro. Kehadirannya menambah daya tarik festival, sementara sorotan terhadap isu sosial dan politik semakin memperkaya diskusi di acara bergengsi ini.