Festival Film Cannes 2024 memasuki hari keempat dengan berbagai sorotan menarik. Salah satu momen paling menyentuh datang dari film animasi Kanada berjudul Tangles: A Story About Alzheimer’s, My Mother and Me, yang tayang perdana secara khusus pada Kamis (16/5).
Film ini disutradarai oleh Leah Nelson dan langsung menuai pujian luar biasa. Penonton, termasuk Lauren Miller Rogen (produser film dan istri Seth Rogen), terlihat menangis selama pemutaran. Standing ovation yang diberikan berlangsung selama tujuh menit, sebuah pencapaian yang membuat banyak pihak membandingkan 'Tangles' dengan kesuksesan film animasi kecil lainnya di Cannes, Flow, yang kemudian meraih Piala Oscar untuk Film Animasi Terbaik.
Film 'Tangles' menghadirkan suara dari bintang-bintang ternama seperti Julia Louis-Dreyfus, Seth Rogen, Abbi Jacobson, dan Samira Wiley. Film ini diproduksi oleh Vicky Patel dan Sarah Leavitt, yang juga menulis novel grafis yang menjadi inspirasi cerita. Sinopsis resmi menggambarkan perjalanan Sarah, seorang aktivis dan seniman di San Francisco tahun 1990-an, yang meninggalkan kehidupannya untuk merawat ibunya yang mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer.
Kritikus Ben Croll menyebut film ini sebagai 'sebuah buku sketsa animasi', dengan momen-momen berharga yang diabadikan layaknya kenangan terakhir. Sementara itu, film lain yang juga mencuri perhatian adalah Club Kid, disutradarai dan dibintangi oleh Jordan Firstman. Film ini mendapat standing ovation selama enam menit, serta momen tak terduga ketika Firstman mencium bintang Diego Calva di atas panggung.
Asghar Farhadi Mengecam Pembunuhan dalam Perang Iran
Sutradara ternama Iran, Asghar Farhadi, hadir di Cannes 2024 dengan film terbarunya, Parallel Tales, yang diangkat dari salah satu bagian serial Dekalog karya Krzysztof Kieślowski. Film ini dibintangi oleh Isabelle Huppert, Virginie Efira, Vincent Cassel, Pierre Niney, dan Adam Bessa. Meskipun mendapat ulasan yang beragam, Farhadi diminta untuk menyampaikan pandangannya mengenai konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam konferensi pers, Farhadi menegaskan, "Any murder is a crime" (Setiap pembunuhan adalah sebuah kejahatan). Ia juga berbagi kesaksian pribadi tentang dua tragedi yang ia saksikan di Tehran baru-baru ini: kematian warga sipil tak berdosa akibat perang dan pembantaian demonstran yang menuntut keadilan. "Dua peristiwa ini sangat menyakitkan dan tidak akan pernah terlupakan," ujarnya.
Farhadi menekankan bahwa tidak ada alasan untuk membenarkan pembunuhan, apapun konteksnya. Pernyataannya ini menjadi sorotan dalam diskusi mengenai perang dan dampaknya terhadap masyarakat sipil.