Film dokumenter "John Lennon: Wawancara Terakhir" karya sutradara ternama Steven Soderbergh resmi tayang perdana di Festival Film Cannes 2024. Meskipun menggunakan teknologi AI dalam proses pembuatannya, film ini tetap menonjol karena kedalaman wawancara terakhir John Lennon sebelum kematiannya pada Desember 1980.
Dalam film ini, penonton disuguhkan momen langka ketika Lennon berbicara dengan penuh semangat tentang musik, cinta, perdamaian, dan masa lalunya, termasuk masa-masa sulitnya di awal 1970-an. Wawancara ini dilakukan untuk mempromosikan album "Double Fantasy" yang dirilis pada November 1980. Meskipun sebelumnya Lennon telah memberikan banyak wawancara, wawancara radio ini menjadi satu-satunya yang dilakukan untuk stasiun KFRC di San Francisco.
Soderbergh berhasil menyunting 165 menit rekaman menjadi 97 menit tayangan yang padat. Ia mempertahankan esensi percakapan Lennon yang filosofis dan reflektif, meskipun pertanyaan dari para pewawancara terkadang terasa kurang menarik dibandingkan jawaban Lennon dan Yoko Ono. Film ini juga menghadirkan momen emosional ketika Lennon menyatakan keinginannya untuk terus berkarya hingga ajal menjemputnya.
Sayangnya, kualitas video dalam dokumenter ini sangat terbatas karena tidak ada rekaman visual dari wawancara asli. Para pembuat film pun harus berimprovisasi dengan materi visual lain untuk melengkapi narasi. Meskipun demikian, film ini tetap menjadi karya yang menyentuh dan layak ditonton, terutama bagi penggemar musik dan sejarah The Beatles.
"Ini adalah wawancara terakhir John Lennon sebelum kematiannya. Kami berusaha menghadirkan kembali suaranya dengan cinta dan teknologi AI, tetapi yang terpenting adalah pesan perdamaian dan cinta yang ia sampaikan." — Steven Soderbergh
Film ini menjadi bukti bahwa warisan John Lennon tidak hanya terletak pada musiknya, tetapi juga pada pemikiran dan semangatnya yang abadi. Bagi para penggemar, dokumenter ini layak menjadi tontonan wajib untuk mengenang salah satu ikon terbesar dalam sejarah musik dunia.