Episode 3 seri Widow’s Bay berjudul "The Inaugural Swim" menghadirkan perubahan drastis yang memicu ketegangan. Mayor Tom Loftis (Matthew Rhys) yang tengah berusaha menjadikan pulau misterius tersebut sebagai destinasi wisata, akhirnya merasakan keberhasilan awal. Wisatawan mulai berdatangan, dan harapannya untuk pulih dari kesulitan ekonomi perlahan terwujud. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Dalam perjalanan pulang larut malam, Tom bertemu dengan seorang wanita tua bernama Sea Hag (Carryl Lynn). Wanita itu muncul seperti hantu dari film The Ring, meminta tumpangan. Saat Tom berhenti untuk menolong, Sea Hag tiba-tiba menyerangnya. Ia mencakar lengan dan kaki Tom, meninggalkan luka yang perlahan melumpuhkannya. Saat Tom mencari tahu lebih lanjut, Wyck (Stephen Root) memberitahunya bahwa Sea Hag adalah makhluk mitis yang ditakuti nelayan setempat. Luka akibat cakarannya akan membuat Tom lumpuh total saat Sea Hag kembali mencarinya. Wyck juga memperingatkan bahwa Sea Hag membunuh mangsanya dengan cara duduk di wajah mereka.

Tom awalnya mengabaikan peringatan Wyck, namun rasa takutnya perlahan memuncak. Hubungannya dengan wisatawan cantik, Marissa (Elizabeth Alderfer), pun terganggu. Pada akhirnya, Tom bahkan tidak bisa bergerak dari kursinya akibat lumpuh parsial. Puncaknya datang ketika Sea Hag muncul untuk membunuhnya dalam salah satu adegan paling menakutkan dalam seri ini.

Nasib Tom akhirnya diselamatkan oleh Wyck, yang menembak Sea Hag dengan harpun. Ledakan air laut berlumpur menandai kematian makhluk itu. Dalam keadaan trauma, Tom bertanya, "Mengapa ini terjadi?" Wyck hanya bisa menjawab, "Saya tidak tahu. Kamu hanya perlu bertahan."

Akhir dari Bab Pertama

Kejadian di Episode 3 menandai titik balik besar dalam seri Widow’s Bay. Skeptisisme Tom hampir saja merenggut nyawanya, memaksanya untuk mengakui kenyataan supernatural yang ada di pulau tempat tinggalnya. Pencipta seri, Katie Dippold, mengungkapkan bahwa akhir Episode 3 menjadi klimaks dari bab pertama.

"Banyak keputusan dalam seri ini berasal dari insting saya. Saya tahu akan frustrasi jika Tom terus-menerus tidak percaya, jadi saya menjadikan Episode 3 sebagai akhir dari Bab Pertama," ujar Dippold kepada TheWrap. "Sekarang, tidak ada lagi yang bisa disangkal. Pada dua episode pertama, Tom berada dalam keadaan penolakan total, dan saya ingin menciptakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan."

"Sesuatu yang supernatural sedang terjadi. Tempat ini terkutuk. Dia tidak bisa lagi melawan itu," tambahnya. "Komplikasi baru muncul dengan kedatangan para wisatawan, dan Tom harus menghadapinya. Episode 3 terasa seperti waktu yang tepat untuk mengungkapkannya."

Sumber: The Wrap