Setelah Tesla berhasil mendapatkan suara mayoritas pemegang saham tahun lalu, kekayaan Elon Musk kini semakin bergantung pada jumlah langganan Full Self-Driving (FSD) yang aktif. Baru-baru ini, regulator kendaraan Belanda, RDW, memberikan lampu hijau untuk penggunaan FSD di jalan raya negara tersebut. Langkah ini membuka peluang besar bagi Tesla untuk memperluas pasarnya ke seluruh Eropa, yang memiliki potensi 450 juta calon pengguna.

Namun, keputusan RDW tidak serta merta diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya. Menurut laporan Reuters, banyak regulator Eropa masih skeptis terhadap sistem pengemudi otomatis ini. Perbedaan pendekatan terhadap keamanan konsumen menjadi salah satu hambatan utama. Sementara pemerintah AS cenderung mempercayai klaim keselamatan dari produsen seperti Tesla, regulator di Eropa dan China menerapkan persyaratan persetujuan pra-pemasaran yang ketat sebelum sistem ini diizinkan beroperasi di jalan raya.

Untuk memenuhi target kontrak barunya yang bernilai $1,7 triliun, Musk membutuhkan setidaknya 10 juta pelanggan FSD dalam satu dekade ke depan. Target ini tidak mungkin tercapai jika hanya mengandalkan pengguna di Amerika Utara. Oleh karena itu, Eropa dan China menjadi kunci utama bagi Tesla untuk mencapai ambisi tersebut.

Meskipun RDW telah memberikan izin, tantangan terbesar bagi Tesla adalah meyakinkan regulator Eropa lainnya untuk menerima FSD tanpa syarat ketat. Jika berhasil, ini akan membuka pasar yang jauh lebih luas dan berpotensi mengubah lanskap industri otomotif global. Namun, jika gagal, ambisi Musk untuk mendominasi pasar kendaraan listrik dan otonom di Eropa bisa terhambat.