General Motors (GM) didenda sebesar $12,75 miliar oleh negara bagian California karena menjual data pribadi dan sensitif pengemudi kepada dua broker data besar. Praktik ini melanggar California Consumer Privacy Act dan hukum persaingan tidak sehat negara bagian.

Kasus Pelanggaran Data yang Dilakukan GM

Menurut jaksa agung California, Rob Bonta, GM telah menyalurkan data lokasi dan catatan mengemudi dari ratusan ribu pengemudi kepada Verisk Analytics dan LexisNexis Risk Solutions. Data tersebut mencakup informasi pribadi seperti nama, kontak, dan lokasi geografis pengemudi. GM diketahui mendapatkan $20 juta dari penjualan data ini secara nasional.

Investigasi juga menemukan bahwa GM tidak memberi tahu konsumen mengenai praktik penjualan data tersebut. Dalam kebijakan privasi yang dimuat di situs resminya, GM bahkan menyatakan bahwa mereka tidak menjual data lokasi atau mengemudi. Jika ada data yang dibagikan untuk keperluan asuransi, hal itu seharusnya dilakukan atas persetujuan eksplisit konsumen.

Larangan dan Konsekuensi Hukum

Selain denda besar, GM juga diwajibkan untuk:

  • Menghentikan penjualan data mengemudi kepada agensi pelaporan konsumen, termasuk broker data, selama lima tahun;
  • Menghapus semua data pengemudi yang sudah dikumpulkan dalam waktu 180 hari;
  • Meminta Verisk Analytics dan LexisNexis untuk menghapus semua data yang bersumber dari GM;
  • Membangun program privasi baru untuk menilai, memitigasi, dan mendokumentasikan risiko pengumpulan data melalui sistem OnStar.

Keputusan ini menyusul tuntutan hukum yang diajukan oleh negara bagian Arkansas dan Nebraska, serta beberapa pemilik kendaraan, terhadap GM pada tahun lalu. Sebelumnya, pada Januari 2025, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS juga telah melarang GM membagikan data lokasi dan mengemudi pelanggan selama lima tahun.

Pernyataan dari Pihak Berwenang

“Kesepakatan hari ini mewajibkan General Motors untuk menghentikan praktik ilegal ini dan menekankan pentingnya peminimalan data sesuai hukum privasi California. Perusahaan tidak boleh menyimpan data hanya untuk digunakan kemudian tanpa tujuan yang jelas.”

— Rob Bonta, Jaksa Agung California

Bonta juga menegaskan komitmennya untuk melindungi hak privasi warga California dan bekerja sama dengan mitra lokal serta negara bagian lain dalam upaya perlindungan konsumen.

Dampak terhadap Industri Otomotif dan Privasi Data

Kasus ini menjadi sorotan mengenai bagaimana industri otomotif menangani data sensitif yang dikumpulkan dari kendaraan modern. Dengan semakin banyaknya kendaraan yang terhubung dengan internet, regulator semakin ketat dalam mengawasi penggunaan data pengemudi. Pelanggaran terhadap hukum privasi dapat berujung pada denda yang besar dan kerugian reputasi bagi perusahaan.

Para ahli menyarankan agar perusahaan otomotif lebih transparan dalam mengelola data pelanggan dan memastikan bahwa setiap penggunaan data telah mendapatkan persetujuan yang jelas dari pemilik kendaraan.

Sumber: CarScoops