Mazda mengumumkan penundaan peluncuran mobil listrik murni pertamanya hingga setidaknya tahun 2029. Alih-alih bergegas ke kendaraan listrik (EV), produsen otomotif asal Jepang ini memilih untuk memprioritaskan pengembangan mobil hibrida dan berbahan bakar bensin.
Keputusan ini membuat Mazda berbeda dari para pesaingnya, seperti Ford, GM, dan Stellantis, yang terpaksa menelan kerugian besar akibat pembatalan atau penundaan proyek EV setelah sebelumnya menginvestasikan miliaran dolar ke pabrik dan teknologi baterai. Mazda justru menghindari kerugian tersebut karena belum terlalu jauh memulai proyek EV.
Strategi Hibrida Menangkap Peluang Pasar
Mazda kini memusatkan strategi di Amerika Serikat pada mobil hibrida, mengingat permintaan EV melambat di pasar utama. Saat ini, versi hibrida dari model populer seperti CX-50 telah menyumbang 35-40% dari total penjualan di AS. Hal ini semakin memperkuat keputusan Mazda untuk lebih fokus pada hibrida ketimbang EV murni.
"Kami telah memutuskan sejak awal untuk tidak terburu-buru dalam pengembangan EV baterai. Kami selalu berhati-hati," kata seorang eksekutif Mazda dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Automotive News.
Investasi Elektifikasi Dipangkas Hampir 50%
Mazda juga mengumumkan pengurangan signifikan dalam anggaran elektifikasi hingga tahun 2030. Dana yang semula direncanakan sebesar $12,5 miliar kini dipangkas menjadi sekitar $7,5 miliar. Keputusan ini diambil karena Mazda belum menginvestasikan aset besar dalam produksi EV, sehingga tidak ada biaya pembatalan atau penurunan nilai aset yang harus ditanggung.
Mesin Skyactiv-Z Jadi Andalan Masa Depan
Sebagai gantinya, Mazda akan mengembangkan mesin hibrida baru dari keluarga Skyactiv-Z. Beberapa model hibrida baru direncanakan akan diluncurkan sebelum akhir dekade ini, termasuk CX-5 hibrida yang menggunakan sistem in-house Mazda, bukan teknologi dari Toyota.
Meskipun demikian, Mazda tidak sepenuhnya meninggalkan EV. Perusahaan ini tetap akan menjual model listrik seperti Mazda 6e dan CX-6e di pasar luar negeri, seperti Eropa dan Australia, yang dikembangkan bersama mitra lokal seperti Changan.