Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan setelah konferensi pers terakhir Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) pada Rabu (15/5). Nilai Bitcoin turun 2% menjadi $75.000, dipicu oleh perpecahan internal di Fed terkait keputusan mempertahankan suku bunga.

Menurut catatan yang dibagikan Kraken’s chief economist Thomas Perfumo kepada DL News, ketidakjelasan transisi kepemimpinan ke calon pengganti Powell, Kevin Warsh, menimbulkan potensi konflik kebijakan di masa depan.

"Tidak adanya transisi yang mulus ke Warsh, yang hampir dipastikan menjadi ketua melalui konfirmasi Senat, menunjukkan potensi perbedaan pendapat dalam kebijakan di Fed," ujar Perfumo.

Penurunan Bitcoin terjadi saat pasar masih memperkirakan 90% kemungkinan suku bunga Fed tetap stabil hingga akhir tahun. Namun, dinamika transisi yang tidak jelas ini dianggap sebagai faktor negatif bagi aset kripto dan saham pertumbuhan lainnya.

Keputusan Fed kali ini mencatatkan perpecahan terbesar sejak Oktober 1992, dengan empat anggota yang berbeda pendapat mengenai kebijakan pelonggaran. Tiga di antaranya menentang karena melihat adanya easing bias dalam kebijakan bank sentral.

Sementara itu, Warsh sendiri telah berjanji untuk segera memangkas suku bunga. Namun, Powell menekankan bahwa risiko inflasi meningkat, terutama karena harga minyak Brent masih di atas $100 per barel akibat kebuntuan negosiasi AS-Iran.

Dampak dari ketegangan ini langsung terlihat di pasar ETF Bitcoin. Data DefiLlama menunjukkan investor menarik dana sebesar $138 juta dari ETF Bitcoin spot seusai pertemuan Fed, membatalkan sebagian pemulihan yang terjadi pada April.

Meski begitu, April tetap menjadi bulan terbaik sejak Oktober, dengan arus masuk dana hampir $2 miliar ke ETF Bitcoin.

Transisi yang Berantakan

Perpecahan di Fed menunjukkan bahwa bank sentral tidak lagi bergerak secara seragam menjelang mundurnya Powell pada 15 Mei mendatang.

"Indikasi Powell untuk tetap bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir justru mempersulit keseimbangan kekuasaan," tambah Perfumo.

Powell sendiri telah mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa ia berniat tetap menjadi anggota voting di Dewan Gubernur Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Keputusan ini jarang terjadi, karena biasanya ketua yang keluar akan meninggalkan institusi tersebut.

Sementara itu, Warsh, yang merupakan calon pengganti Powell atas nominasi Presiden Donald Trump, telah lolos ujian komite Senat pada hari yang sama. Konfirmasi akhir diperkirakan segera dilakukan.

Powell menegaskan bahwa ia tidak ingin menjadi "ketua bayangan". Namun, kehadirannya sebagai anggota voting berpotensi membatasi ruang gerak Warsh untuk melakukan reformasi di Fed.

Hubungan Powell dengan Trump sendiri telah memanas dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan suku bunga. Pada awal April, Trump bahkan mengancam akan memberhentikan Powell jika ia tidak mau mundur dengan damai.

"Saya telah lama merencanakan untuk pensiun," kata Powell. "Namun, kejadian dalam tiga bulan terakhir membuat saya tidak punya pilihan selain tetap bertahan."

Dampak terhadap Pasar Kripto

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun 1,6% menjadi $75.731, sementara Ethereum juga mengalami penurunan 3,1% menjadi $2.251.

Sumber: DL News