James Comey Didakwa Kembali dengan Tuduhan Kontroversial

Jaksa federal mendakwa James Comey, mantan Direktur FBI, untuk kedua kalinya atas tuduhan baru yang dianggap sebagai ancaman terhadap Presiden Donald Trump. Tuduhan ini terkait dengan unggahan media sosial Comey pada 2025 yang menampilkan susunan kerangka kerang dengan tulisan "86 47".

Interpretasi Kontroversial terhadap Unggahan Media Sosial

Prokurator menafsirkan tulisan "86 47" sebagai ancaman pembunuhan terhadap Trump, dengan alasan bahwa "86" merujuk pada istilah industri layanan yang berarti menolak atau menghapus seseorang. Sementara itu, Trump adalah presiden ke-47 Amerika Serikat. Comey sendiri menyatakan tidak menyadari konotasi kekerasan dari istilah tersebut dan segera menghapus unggahannya setelah mendapat kecaman.

Latar Belakang Konflik Politik

Tuduhan ini merupakan bagian dari upaya berulang Trump untuk membalas dendam terhadap Comey atas perannya dalam menyelidiki hubungan antara Rusia dan kampanye presiden Trump pada 2016. Tahun lalu, pemerintah Trump pernah mencoba mendakwa Comey dengan tuduhan lemah lainnya, namun dakwaan tersebut dibatalkan karena tidak berdasar.

Upaya ini juga bukan satu-satunya serangan politik Trump hari ini. Selain Comey, pemerintah juga menargetkan ABC, perusahaan media milik Jimmy Kimmel, setelah Trump dan Ibu Negara Melania Trump mengkritik lelucon Kimmel terhadap keluarga Trump. Pada musim gugur lalu, pemerintah sempat menekan ABC untuk menghentikan Kimmel sementara waktu.

Perubahan Struktur Kejaksaan Tinggi

Belakangan ini, Trump memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi dan menggantinya dengan Todd Blanche, seorang mantan anggota tim hukum pribadi Trump. Blanche kini tengah berupaya untuk menduduki posisi Jaksa Agung secara permanen. Trump sebelumnya telah mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Bondi dengan mengatakan, "Tidak ada yang dilakukan" terhadap musuh-musuhnya. Blanche tampaknya berusaha memenuhi tuntutan tersebut dengan cepat, meskipun dengan cara yang dianggap tidak masuk akal.

Dunia Beralih ke Energi Terbarukan

Sementara itu, dalam kabar baik dari bidang lingkungan, energi terbarukan telah resmi menggeser batu bara sebagai sumber utama pembangkit listrik global setelah lebih dari satu abad mendominasi. Temuan ini dilaporkan oleh rekan sejawat Bryan Walsh dalam buletin "Good News".

Peralihan ini menandai tonggak sejarah dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Informasi lebih lanjut dapat dibaca melalui tautan hadiah yang disediakan.

Sumber: Vox