Wakil Presiden AS, JD Vance, baru-baru ini menasihati Paus Leo untuk "berhati-hati" saat membahas persoalan teologi. Ucapan Vance menuai kritikan tajam dari pembawa acara Last Week Tonight, John Oliver, yang menyebutnya sebagai hal yang "objektif gila".
Polemik ini bermula dari cuitan Paus Leo pada awal bulan ini yang menyatakan, "Siapa pun yang menjadi pengikut Kristus, Sang Pangeran Damai, tidak pernah berpihak pada mereka yang dulunya menggunakan pedang dan hari ini menjatuhkan bom."
Menanggapi pernyataan tersebut, Vance berargumen bahwa Paus Leo tidak mempertimbangkan konflik besar seperti Perang Dunia II. Ia pun menekankan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara soal teologi, layaknya seorang wakil presiden yang harus berhati-hati dalam urusan kebijakan publik.
"Ya, ini JD Vance yang sedang 'mengajari teologi' kepada Paus! Yang benar saja! Ini objektif gila! Seperti saya menjelaskan kepada JD Vance di mana letak klitoris di sofa Togo. Kenapa saya harus repot-repot menjelaskan hal itu? Dia sudah menghabiskan hidupnya untuk mempelajari topik ini. Saya malah keluar jalur!"
Oliver juga menertawakan gagasan bahwa Paus Leo perlu "berhati-hati" karena khawatir kehilangan jabatannya. Menurutnya, Paus memiliki jabatan seumur hidup dan tidak perlu takut terhadap ucapan atau pernyataan yang dikeluarkannya.
"Paus memiliki jabatan seumur hidup, dia tidak perlu berhati-hati dengan apa yang dia katakan. Dia bisa saja setiap hari men-tweet, 'Di mana album terbaru @Rihanna?', dan itu tidak akan mengubah fakta bahwa dia dianggap sebagai wakil Kristus di dunia."
Oliver menambahkan, satu-satunya hal yang mungkin perlu Paus waspadai adalah pertemuan dengan JD Vance, karena sejarah mencatat pertemuan semacam itu kerap berujung fatal bagi para paus.
Last Week Tonight tayang setiap Minggu pukul 23.00 WIB di HBO.