Kimi Antonelli memulai musim 2026 Formula 1 dengan luar biasa. Dalam musim keduanya di ajang balap bergengsi ini, pembalap muda Mercedes tersebut kini memimpin klasemen sementara Kejuaraan Pembalap dengan 100 poin. Ia unggul 20 poin dari rekan setimnya, George Russell, serta 41 poin dari Charles Leclerc dari Ferrari yang berada di posisi ketiga dengan 59 poin.

Setelah meraih podium kedua di Grand Prix Australia, Antonelli melanjutkan dengan tiga kemenangan beruntun di Grand Prix China, Jepang, dan Miami pekan lalu. Dengan tiga kemenangan tersebut, Antonelli tidak hanya bergabung dengan kelompok elit pembalap F1, tetapi juga mencatatkan sejarah baru dalam olahraga ini.

Tiga Kemenangan dan Pole Position Beruntun

Selain tiga kemenangan beruntun—yang merupakan yang pertama dalam kariernya—Antonelli juga berhasil meraih pole position di ketiga balapan tersebut. Pole position di Grand Prix China menjadi pencapaian bersejarah pertamanya di F1.

Seperti yang disoroti oleh komentator dan jurnalis F1 ternama, Will Buxton, pencapaian ini menempatkan Antonelli dalam kelompok elit. Menurut Buxton, hanya tiga pembalap dalam sejarah F1 yang mampu meraih tiga pole position perdana secara beruntun: Antonelli, Ayrton Senna, dan Michael Schumacher.

Sementara itu, daftar pembalap yang berhasil memenangi tiga balapan perdana secara beruntun hanya terdiri dari Damon Hill, Mika Häkkinen, dan Antonelli. Setiap pembalap di daftar tersebut pernah meraih gelar juara dunia, kecuali Antonelli. Senna meraih tiga gelar pada 1988, 1990, dan 1991, Hill pada 1996, serta Häkkinen pada 1998 dan 1999. Schumacher bahkan menyandang tujuh gelar juara dunia, menjadikannya salah satu pembalap terhebat sepanjang masa.

Satu-satunya yang Mencapai Prestasi Ini

Yang membuat Antonelli semakin istimewa adalah kemampuannya mengubah tiga pole position perdananya menjadi tiga kemenangan beruntun. Menurut Buxton, hanya satu nama yang tercatat dalam sejarah F1 yang berhasil melakukan hal serupa: Kimi Antonelli.

Setelah kemenangan Antonelli di Miami, Toto Wolff, bos Mercedes, mengakui bahwa bahkan dirinya tidak menyangka akan melihat rentetan prestasi ini. "Ya, tentu saja. Tahun lalu, saya sering mengatakan bahwa membawa pembalap berusia 18 tahun ke dalam tim akan memberikan momen-momen kebanggaan sekaligus saat-saat frustrasi karena kesalahan yang mereka buat," ujar Wolff. "Namun, itu adalah proses yang diperlukan untuk membantunya mengenal tim. Faktor lain yang membantu adalah generasi mobil baru ini, di mana semua pembalap masih belajar. Saya memang mengharapkan awal yang baik, tetapi saya harus mengakui: tiga kemenangan beruntun bukanlah sesuatu yang kami harapkan."

"Tiga kemenangan beruntun bukanlah sesuatu yang kami harapkan." — Toto Wolff, bos Mercedes

Mungkin pencapaian ini jarang terjadi di F1 karena hanya segelintir pembalap yang mampu melakukannya. Dengan prestasi ini, Antonelli tidak hanya menunjukkan potensi besar, tetapi juga menempatkan dirinya sebagai salah satu bintang masa depan olahraga ini.

Sumber: SB Nation