MacKenzie Scott, novelis dan filantropis ternama, dikenal karena sumbangan besarnya yang mencapai miliaran dolar. Pada 2025 saja, ia menyumbangkan lebih dari $7 miliar—jumlah yang lebih besar daripada total sumbangan seumur hidup Jeff Bezos, mantan suaminya. Namun, dalam esai refleksi akhir tahunnya, Scott justru tidak menyoroti angka spektakuler tersebut. Ia memilih untuk menyoroti dampak dari perbuatan kecil sehari-hari yang sering dianggap remeh.
Dalam tulisannya, Scott menulis,
"Mudah untuk terfokus pada metode partisipasi sipil yang menjadi berita, tetapi sulit untuk membayangkan betapa pentingnya hal-hal yang kita lakukan setiap hari dengan pikiran dan hati kita sendiri."
Menurutnya, kebaikan sehari-hari—seperti senyuman, bantuan ringan, atau kata-kata positif—ternyata memiliki dampak finansial yang signifikan. Pada 2020, total sumbangan ke berbagai lembaga amal di Amerika Serikat mencapai $471 miliar. Sebagian besar, yaitu hampir sepertiga, berasal dari sumbangan di bawah $5.000. Selain itu, tercatat $68 miliar dikirimkan sebagai dukungan finansial kepada keluarga di luar negeri, puluhan miliar dalam bentuk crowdfunding, serta $200 miliar dari tenaga kerja sukarela di organisasi layanan. Tak hanya itu, hampir $700 miliar dihabiskan untuk gaji karyawan yang memilih bekerja di sektor layanan sosial ketimbang mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.
Jika dijumlahkan, semua bentuk kebaikan tersebut bernilai lebih dari $1 triliun per tahun. Namun, dampak kebaikan tidak hanya diukur dari segi finansial. Scott menekankan bahwa kebaikan juga menciptakan manfaat tak terukur bagi individu maupun masyarakat luas.
Menurutnya, tindakan kebaikan dan kemurahan hati mengaktifkan pusat kesenangan di otak yang sama seperti saat kita makan, berhubungan seks, atau menerima hadiah. Lebih jauh, kebaikan juga meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang. "Satu tindakan kebaikan yang tidak terduga terhadap orang asing dengan latar belakang atau keyakinan berbeda dapat memicu reaksi berantai positif yang berlangsung selama bertahun-tahun," tulis Scott.
Di tengah banyaknya kekerasan dan ketidakpedulian yang terjadi di dunia, Scott menawarkan visi indah tentang bagaimana kebaikan dapat menyebar dan menginspirasi orang lain. Namun, apakah ini hanya sekadar puisi belaka? Apakah klaim Scott didukung oleh bukti ilmiah?
Bukti Ilmiah: Kebaikan Kecil yang Berdampak Besar
Jika Anda tergerak oleh pesan Scott tetapi mencari bukti nyata bahwa perbuatan kecil benar-benar dapat membuat perbedaan besar, para peneliti telah menyediakan data yang mendukung klaim tersebut.
Pertama, klaim Scott bahwa tindakan kecil seperti pujian tepat waktu atau membantu seseorang membawa belanjaan dapat menciptakan dampak psikologis yang nyata. Hal ini bukan sekadar omong kosong. Para peneliti dari Universitas Oxford melakukan studi dengan melibatkan lebih dari 600 relawan. Mereka diminta untuk melakukan satu tindakan kebaikan kecil setiap hari selama seminggu. Tindakan tersebut bukanlah aksi heroik, melainkan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan siapa saja, seperti membersihkan sampah atau meninggalkan tip lebih besar.
Para relawan kemudian dinilai tingkat kebahagiaannya sebelum dan sesudah melakukan tindakan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang melakukan tindakan kebaikan mengalami peningkatan kebahagiaan yang signifikan. Temuan ini membuktikan bahwa perbuatan kecil tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga pada pemberi.
Studi lain yang dilakukan oleh Universitas California, Los Angeles (UCLA), menemukan bahwa tindakan kebaikan dapat meningkatkan rasa koneksi sosial dan mengurangi perasaan kesepian. Hal ini sangat penting di era digital saat ini, di mana banyak orang merasa terisolasi meskipun dikelilingi oleh banyak orang.
Tak hanya itu, penelitian dari Universitas Harvard juga menunjukkan bahwa orang yang sering melakukan tindakan kebaikan cenderung memiliki kesehatan fisik yang lebih baik. Mereka memiliki tekanan darah yang lebih rendah, sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, dan tingkat stres yang lebih rendah. Dengan kata lain, kebaikan tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi.
Kebaikan sebagai Solusi untuk Masyarakat yang Lebih Baik
Scott menekankan bahwa kebaikan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli. Dalam esainya, ia menulis,
"Kebaikan adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang atau keyakinan."
Ia juga menyebutkan bahwa kebaikan dapat memecah tembok perbedaan dan menciptakan ikatan yang lebih kuat antarindividu. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, tindakan kecil seperti mendengarkan dengan empati atau menawarkan bantuan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kembali rasa persatuan.
Lebih jauh, Scott mendorong agar kebaikan tidak hanya dilakukan dalam skala besar, tetapi juga dalam skala kecil sehari-hari. "Kita tidak perlu menunggu untuk melakukan sesuatu yang besar. Mulailah dari hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini," tulisnya.
Dengan demikian, pesan Scott bukan hanya tentang sumbangan besar yang ia berikan, tetapi juga tentang pentingnya mengakui dan menghargai peran kebaikan kecil dalam menciptakan perubahan positif. Ia mengingatkan kita bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk mengubah dunia.