Manajemen reputasi kembali hadir! Kali ini, kami mengungkap sisi gelap dunia otomotif lokal—mulai dari dealer mobil hingga bengkel—melalui cerita fiksi yang terinspirasi dari ulasan pelanggan nyata. Bagaimana cerita-cerita ini terasa begitu hidup? Karena pengalaman bertahun-tahun saya sebagai manajer reputasi di salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.
Dunia otomotif dan ajang balap, seperti Sajeev Motorsport, terasa sangat berbeda. Namun, hubungan keuangan antara keduanya sangat erat. Banyak retailer yang bahkan memasang nama mereka di bodi mobil balap. Pada awalnya, kemitraan ini dimulai dari skala kecil, seperti pengusaha lokal yang ingin menutupi biaya balap dengan anggaran iklan. Itulah sebabnya penolakan Carroll Shelby terhadap tawaran Toyota pada tahun 1960-an begitu menarik.
Shelby, ikon Ford Motor Company, ditawari hak eksklusif untuk menjual mobil Toyota di negaranya. Menurut Automotive News, Shelby pernah mengatakan, "Saya bisa menjadi miliarder jika menerima tawaran itu." Ia menolak karena Lee Iacocca meyakinkannya bahwa Detroit akan "mendorong Jepang kembali ke laut." Ternyata, ramalan itu tidak terbukti. Namun, cerita ini berakhir bahagia untuk teman balap Shelby, Tom Friedkin. Shelby justru merekomendasikan Toyota kepada Friedkin, yang kini perusahaan miliknya menghasilkan miliaran dolar setiap tahun.
Tidak semua teman balap mendapatkan kesempatan semudah itu. Roger Penske, yang dikenal sebagai figur kuat di dunia balap dan ritel, memutuskan untuk memperluas operasinya di Amerika Selatan. Ia kemudian melibatkan André Ribeiro, mantan pembalapnya, untuk membantu memasarkan mobil di Brasil. Ribeiro sendiri adalah pembalap legendaris di ajang CART pada pertengahan 1990-an, yang mencatatkan kemenangan pertama Honda dalam seri tersebut. Ia juga sangat populer di tanah airnya, Brasil.
Saya sendiri selalu mengikuti kariernya dengan minat lebih besar dibandingkan pembalap lainnya. Mungkin karena kami memiliki kesamaan: keduanya memiliki hasrat besar terhadap mobil, meski nama kami tidak identik dengan industri ini. Tak peduli alasannya, saya selalu mengagumi sosoknya. Dan saya tak pernah melupakan namanya.
Dua dekade kemudian, saya menjabat sebagai Manajer Reputasi di CarCountry. Suatu sore, tepat sebelum saya hendak pulang, CMO perusahaan, Thomas Longchamp, mendatangi saya. Ia bersumpah tidak tahu tentang mobil yang menggunakan namanya sampai saya memberitahunya. Hubungan kami pun menjadi lebih santai setelah itu. Namun, ia meminta untuk bertemu secara khusus. "Kami akan membeli grup dealer besar di Brasil—salah satu pasar otomotif terbesar di dunia," katanya. "Saya perlu mempersiapkan ini dengan matang."
Ribeiro, yang kini menjadi tokoh kunci dalam ekspansi ritel CarCountry di Brasil, membawa pengalaman dan reputasi yang tak ternilai. Bagaimana ia mengubah citra dealer di pasar yang kompetitif ini? Simak kisah lengkapnya di artikel ini.