Microsoft secara resmi menghentikan pengembangan Xbox Copilot AI, baik di platform konsol maupun mobile. Pengumuman ini disampaikan oleh CEO Xbox baru, Asha Sharma, pada hari Selasa (10/9). Keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Sharma untuk mempercepat inovasi dan memperkuat hubungan dengan komunitas pemain serta pengembang.
Sharma, yang sebelumnya menjabat di tim CoreAI Microsoft sebelum memimpin Xbox, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendorong Xbox bergerak lebih cepat. "Xbox perlu bergerak lebih cepat, memperdalam koneksi dengan komunitas, serta mengatasi hambatan bagi pemain maupun pengembang," tulis Sharma dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter).
Restrukturisasi tim Xbox juga melibatkan penambahan sejumlah eksekutif dari CoreAI Microsoft. Langkah ini bertujuan untuk menggabungkan pengalaman internal dengan perspektif baru guna mendorong Xbox ke arah yang lebih progresif. "Hari ini, kami mempromosikan para pemimpin yang telah membangun Xbox, sekaligus membawa suara-suara baru untuk mendorong kami maju. Keseimbangan ini sangat penting saat kami terus berinovasi," tambah Sharma.
Keputusan untuk menghentikan Copilot AI ini menandai perubahan strategis besar bagi Microsoft dalam industri gaming. Xbox kini diharapkan dapat fokus pada pengembangan fitur-fitur inovatif yang lebih responsif terhadap kebutuhan pemain dan pengembang, tanpa terhambat oleh proyek yang dianggap kurang optimal.