NASA resmi mengumumkan empat astronot yang akan terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dalam misi Crew-13 menggunakan pesawat SpaceX Dragon. Peluncuran dijadwalkan pada pertengahan September 2025, menandai kembalinya misi berawak dengan nomor urut '13' sejak tragedi Apollo 13 pada tahun 1970.
Keempat astronot tersebut adalah Jessica Watkins dan Luke Delaney dari NASA, Joshua Kutryk dari Badan Antariksa Kanada (CSA), serta Sergey Teteryatnikov dari Badan Antariksa Rusia (Roscosmos). Mereka akan bergabung dengan kru Ekspedisi 75 dan 76 di ISS sebelum kembali ke Bumi sekitar lima bulan kemudian.
Dalam pernyataannya, NASA menekankan pentingnya misi ini. "Penerbangan ini merupakan rotasi kru ke-13 dengan SpaceX. Para astronot akan melakukan penelitian ilmiah dan demonstrasi teknologi untuk mempersiapkan eksplorasi manusia ke Bulan dan Mars, serta memberikan manfaat bagi kehidupan di Bumi," tulis NASA.
Misi Bersejarah dengan Angka '13'
Meskipun Apollo 13 dikenal karena insiden yang hampir fatal selama perjalanan ke Bulan, NASA kini kembali menggunakan nomor '13' untuk misi berawak. Hal ini menunjukkan keberanian dan optimisme dalam menghadapi tantangan eksplorasi luar angkasa.
"Angka '13' bukan lagi simbol ketakutan, melainkan simbol kemajuan dan inovasi. Kami siap melanjutkan perjalanan ini dengan penuh keyakinan," ujar seorang pejabat NASA.
Persiapan dan Tujuan Misi
Crew-13 akan menjalankan berbagai eksperimen ilmiah dan uji coba teknologi selama berada di ISS. Beberapa fokus utama meliputi:
- Penelitian medis: Mempelajari dampak gravitasi mikro terhadap tubuh manusia untuk mendukung misi jangka panjang ke Mars.
- Teknologi pertanian luar angkasa: Mengembangkan sistem tanam yang dapat mendukung kehidupan di luar Bumi.
- Eksperimen material: Menguji material baru untuk pesawat luar angkasa dan stasiun luar angkasa masa depan.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mempercepat persiapan NASA untuk Program Artemis dan misi berawak ke Mars dalam beberapa dekade mendatang.
Dukungan Internasional dalam Eksplorasi Luar Angkasa
Keikutsertaan astronot dari Kanada dan Rusia dalam misi ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Joshua Kutryk dari CSA dan Sergey Teteryatnikov dari Roscosmos akan menjadi bagian penting dalam tim ini, memperkaya pengalaman dan pengetahuan yang dibawa ke ISS.
"Kerja sama antar negara adalah kunci untuk membuka misteri alam semesta. Kami bangga dapat berkontribusi dalam misi ini," kata Kutryk.
"Misi ini bukan hanya tentang angka '13', tetapi tentang semangat manusia untuk terus menjelajah dan menemukan hal-hal baru di luar batas yang kita kenal." — Pejabat NASA