Setelah sempat vakum pada tahun lalu, Program Accelerator NFL resmi kembali digelar tahun ini. Program yang bertujuan meningkatkan keragaman, kesetaraan, dan inklusi di liga ini kini terbuka untuk semua kalangan tanpa diskriminasi.

Menurut pernyataan resmi NFL pada Maret lalu, program ini bukanlah respons terhadap tekanan politik dari luar. "Ini bukan tentang mengikuti arahan pihak luar atau reaksi terhadap pemerintah," ujar Jonathan Beane, Wakil Presiden Senior dan Kepala Petugas Inklusi serta Keragaman NFL.

Penghapusan program pada 2025 sempat menimbulkan spekulasi bahwa NFL berupaya menghindari sorotan atas inisiatif DEI (Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi) yang tengah menjadi perdebatan di Amerika Serikat. Namun, tahun ini, NFL kembali meluncurkan program ini dengan partisipan sebanyak 34 pelatih dan eksekutif.

Di antara nama-nama yang terpilih, terdapat sejumlah figur berpengaruh dalam dunia NFL, seperti:

  • Mike McDaniel, Koordinator Serangan Los Angeles Chargers (mantan pelatih kepala Miami Dolphins)
  • Eric Bieniemy, Koordinator Serangan Kansas City Chiefs (mantan pelatih kepala kandidat)
  • Nate Scheelhaase, Koordinator Serangan Los Angeles Rams
  • Mike Kafka, Koordinator Permainan Lulus Detroit Lions (mantan pelatih kepala interim New York Giants)
  • Grant Udinski, Koordinator Serangan Jacksonville Jaguars
  • Aden Durde, Koordinator Pertahanan Seattle Seahawks
  • Jeff Ulbrich, Koordinator Pertahanan Atlanta Falcons
  • Josh McCown, Pelatih Quarterback Minnesota Vikings
  • Darren Rizzi, Koordinator Tim Khusus Denver Broncos

Sementara itu, daftar eksekutif yang berpartisipasi mencakup nama-nama seperti Terrance Gray (Buffalo Bills), Nolan Teasley (Seattle Seahawks), John McKay (Los Angeles Rams), hingga Mike Greenberg (Tampa Bay Buccaneers).

Meskipun program ini belum menjadi sorotan pemerintah federal, program Accelerator telah menjadi salah satu isu dalam serangan Florida terhadap inisiatif keragaman NFL. Dalam surat tertanggal 1 Mei 2026 yang ditujukan kepada Jaksa Agung Florida, Ted Ullyot, penasihat hukum NFL, menegaskan bahwa program ini terbuka untuk semua individu tanpa memandang ras atau jenis kelamin. "Program ini memberikan kesempatan bagi calon kandidat posisi kantor depan untuk mengikuti sesi pengembangan, pelatihan wawancara, dan kegiatan jaringan," tulis Ullyot.

Perubahan signifikan dalam demografi peserta program ini semakin memperkuat persepsi bahwa NFL berupaya menghindari kritik di media sosial terkait komitmennya terhadap keragaman. Meskipun sempat menuai kontroversi akibat pembatalan tahun lalu, program Accelerator kini kembali hadir dan membuka akses bagi para peserta untuk menjalin hubungan dengan pengambil keputusan kunci serta mendapatkan bimbingan guna meraih posisi strategis di masa depan.