LONDON — Otoritas Pajak Inggris (HMRC) kini mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi kecurangan dalam pelaporan pajak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam mengidentifikasi kasus-kasus yang mencurigakan.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis pekan ini, sistem AI akan menganalisis data pajak secara otomatis. AI akan mencari pola-pola yang tidak lazim atau indikasi kecurangan, seperti penggelapan pajak atau pelaporan data yang tidak akurat. Dengan demikian, otoritas pajak dapat lebih cepat mengambil tindakan pencegahan atau investigasi.

Meskipun demikian, HMRC menegaskan bahwa temuan AI tidak serta-merta dianggap sebagai bukti kecurangan. Setiap hasil yang diidentifikasi oleh sistem akan tetap melalui proses verifikasi oleh petugas manusia. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau bias dalam analisis yang dilakukan oleh AI.

Penerapan AI dalam sistem pajak bukanlah hal baru. Beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat dan Kanada, telah lama menggunakan teknologi serupa untuk mendeteksi kecurangan pajak. Namun, langkah Inggris ini dianggap sebagai salah satu yang paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena skala dan kompleksitas sistem pajaknya.

Direktur Eksekutif HMRC, Jim Harra, menyatakan bahwa penggunaan AI diharapkan dapat mengurangi beban kerja petugas pajak sekaligus meningkatkan akurasi dalam mendeteksi kecurangan. "Kami berharap teknologi ini dapat membantu kami mengidentifikasi kasus-kasus yang sebelumnya sulit terdeteksi," ujarnya.

Namun, langkah ini juga menuai kekhawatiran dari beberapa pihak. Para pengamat menyoroti potensi risiko bias dalam algoritma AI, terutama jika data yang digunakan untuk melatih sistem tidak representatif. Selain itu, ada juga kekhawatiran mengenai privasi data wajib pajak yang mungkin terpengaruh oleh penggunaan teknologi ini.

HMRC menyatakan bahwa mereka telah menerapkan langkah-langkah ketat untuk melindungi data dan memastikan bahwa sistem AI beroperasi secara transparan. "Kami berkomitmen untuk menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Harra.

Sumber: Engadget