Ancaman komputer kuantum terhadap keamanan siber telah lama menjadi peringatan para peneliti. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum siap digunakan secara komersial, para pengembang inti proyek Bitcoin tidak mau mengambil risiko. Baru-baru ini, James Lopp, seorang pengembang Bitcoin dan ahli kriptografi, mengusulkan proposal kontroversial bernama BIP361.
Dalam proposal tersebut, Lopp menyarankan untuk membekukan 5,6 juta Bitcoin yang tidak aktif selama lebih dari satu dekade, dengan nilai sekitar $430 miliar. Tujuan utamanya adalah melindungi aset tersebut dari potensi peretasan oleh komputer kuantum di masa depan. Namun, langkah ini menuai protes keras dari komunitas kripto.
Pembekuan aset yang tidak aktif—meskipun tidak digunakan—dikhawatirkan akan menimbulkan preseden berbahaya. Samuel Patt, pendiri Op Net, menjelaskan kepada CoinDesk, "Pembekuan aset, bahkan yang hilang, memberi sinyal kepada pasar bahwa semua 19,8 juta Bitcoin yang beredar saat ini dimiliki secara kondisional. Para institusi tidak peduli alasannya, mereka hanya peduli pada preseden yang tercipta."
Bitcoin yang tidak aktif tersebut disimpan di dompet yang belum diperbarui ke standar keamanan terbaru, sehingga lebih rentan terhadap serangan kuantum. Lopp berargumen, "Saya lebih memilih aset yang hilang atau tidak aktif diambil dari jangkauan penyerang daripada mengalir ke entitas yang tidak peduli dengan ekosistem."
Usulan ini memicu perdebatan sengit di komunitas Bitcoin. Seorang pengguna Reddit bertanya, "Bukankah tujuan Bitcoin adalah tidak bisa dibekukan?" sementara yang lain menanggapi, "Apakah kita sudah siap untuk membekukan dompet sekarang? Tidakkah kalian melihat masalah di masa depan?"
Lopp menyadari ketidaksenangan tersebut. Dalam cuitan di X (sebelumnya Twitter), ia menulis, "Saya tahu banyak yang tidak menyukainya. Saya juga tidak menyukainya. Saya menulisnya karena saya lebih tidak menyukai alternatifnya." Ia menambahkan, "Saya berharap proposal ini tidak pernah dipertimbangkan untuk diadopsi."
Menurutnya, dalam menghadapi ancaman eksistensial, insentif ekonomi individu lebih penting daripada prinsip filosofis. Namun, kritikus menilai langkah ini justru merusak janji utama Bitcoin: hak kepemilikan yang tidak dapat diganggu gugat.
Kent Halliburton, CEO dan co-founder SazMining, menyatakan, "Anda tidak melindungi Bitcoin dengan melanggar janji utamanya tentang hak properti yang tak terlanggar." Ia menekankan, "Model kami hanya berfungsi karena Bitcoin menjamin kepemilikan tanpa syarat."
Ada juga yang berpendapat bahwa solusi lebih elegan mungkin tersedia untuk melindungi aset tidak aktif tanpa harus membekukannya. Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, terutama mengingat banyaknya ketidakpastian seputar perkembangan komputer kuantum.