Setelah Ubisoft akhirnya mengumumkan remake Assassin’s Creed IV: Black Flag, para penggemar seri ini sempat merasa lega. Namun, kabar buruk datang untuk proyek lain dalam franchise tersebut. Berdasarkan laporan terbaru, Codename Invictus, permainan PVP (player versus player) yang dikembangkan Ubisoft, dilaporkan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Menurut YouTuber dan streamer j0nathan (via Kotaku), yang berbicara dengan peserta uji coba privat, permainan ini dinilai sangat buruk. "Terdapat uji coba untuk Assassin’s Creed Invictus pada akhir April lalu, dan saya diberitahu bahwa permainan itu benar-benar mengerikan," tulisnya di platform X. "Rencananya akan dirilis akhir tahun ini, tetapi besar kemungkinan akan ditunda atau bahkan dibatalkan," tambahnya.

j0nathan juga meminta peserta lain untuk berbagi pengalaman mereka. Jika informasi yang diterimanya akurat, ini bisa menjadi bencana lain bagi Ubisoft, mengingat perusahaan tersebut belakangan sangat agresif dalam membatalkan proyek.

Perlu dicatat, seri Assassin’s Creed sebelumnya pernah memiliki komponen multipemain yang menekankan pertarungan pemain melawan pemain dengan cara yang rumit. Meskipun fitur ini kini jarang digunakan, multipemain bukanlah hal baru bagi franchise ini. Black Flag, yang akan mendapatkan remake, konon telah memotong komponen multipemainnya.

Tim pengembang di Ubisoft Montreal, yang dikenal karena karya mereka For Honor, tengah menggarap proyek ini. Namun, bentuk pasti dari permainan ini masih misteri. Apakah akan berfokus pada tantangan, level, parkour, mekanik assassin, atau bahkan multipemain masif ala Fall Guys seperti yang disebutkan? Belum ada yang tahu pasti.

j0nathan sendiri yakin permainan ini belum siap untuk dirilis. "Sayang sekali, karena tim For Honor adalah tim berbakat yang berhasil menciptakan salah satu permainan multipemain paling unik dan menyenangkan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya. For Honor sejauh ini masih menjadi satu-satunya permainan yang menawarkan gameplay inti seperti itu.

Upaya untuk membuat Invictus berbeda dan "unik" tampaknya belum membuahkan hasil. Mungkin ini hanya spekulasi, tetapi situasi ini mencerminkan kesulitan besar yang dihadapi Ubisoft dalam memulihkan performa keuangannya.

Menurut data saham Google, nilai saham Ubisoft telah turun lebih dari 92% dalam lima tahun terakhir. Meskipun perusahaan ini berkolaborasi dengan Tencent untuk menangani franchise utamanya, belum terlihat dampak signifikan dari langkah tersebut.

Dengan banyaknya proyek yang dibatalkan dan kinerja keuangan yang terus menurun, masa depan Assassin’s Creed Invictus kini menjadi tanda tanya besar.