Setelah remake Assassin's Creed: Black Flag menjadi sorotan para penggemar, perhatian kini beralih ke judul utama berikutnya dalam seri ini. Menurut laporan terbaru, Assassin's Creed: Codename Hexe, yang semula dijadwalkan rilis tahun depan, tengah mengalami perubahan besar di balik layar.
Laporan dari Insider Gaming yang dikutip oleh Tom Henderson menyebutkan bahwa Ubisoft melakukan penyesuaian signifikan pada proyek ini. Meskipun informasi resmi masih minim, diketahui bahwa Hexe berlatar pada masa pengadilan penyihir di Kekaisaran Romawi Suci.
Jean Guesdon, pengawas baru franchise ini, memimpin perubahan tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah menghapus karakter pendamping kucing untuk membuat tema penyihir menjadi lebih grounded atau realistis. Selain itu, kemampuan si protagonis yang semula bersifat sihir kini digantikan dengan pemahaman ilmiah tentang bahan kimia.
Contohnya, protagonis kini hanya bisa membuat bom asap, yang bagi warga biasa tampak seperti menghilang secara ajaib. Dengan kata lain, ia lebih mirip seorang ilusionis daripada penyihir sejati. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan: mengapa seri yang sebelumnya menampilkan teknologi canggih seperti Animus dan Apple of Eden kini beralih ke konsep yang lebih realistis?
Perubahan tidak berhenti di situ. Guesdon dilaporkan memindahkan 50 pengembang dari proyek Hexe ke tim interproyek. Menurut sumber anonim yang dikutip Henderson, para pengembang ini diberi waktu tiga bulan untuk bergabung dengan proyek lain di Ubisoft. Jika gagal, mereka berisiko diberhentikan.
Akibat perubahan ini, jadwal rilis Hexe yang semula ditetapkan pada Juni 2027 berpotensi mundur. Henderson memperkirakan game ini mungkin baru akan dirilis pada akhir 2025, menyusul penyesuaian yang sedang berlangsung.
Bagi para penggemar lama seri Assassin's Creed, perubahan ini terasa mengecewakan. Tema penyihir yang semula menarik kini diubah menjadi konsep yang lebih ilmiah. Meskipun demikian, Ubisoft tampaknya bertekad untuk memberikan pengalaman yang lebih realistis kepada pemain.