Fluktuasi suhu yang ekstrem antara hari-hari berturut-turut, dikenal sebagai variabilitas suhu harian, memiliki dampak luas terhadap kesehatan manusia, ekosistem, dan aktivitas ekonomi. Namun, bagaimana fluktuasi ini bervariasi antar tahun dan faktor-faktor apa yang memicunya masih belum sepenuhnya dipahami.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research: Atmospheres mengungkapkan pola variabilitas skala besar yang terjadi di Eurasia dan Amerika Utara dari tahun 1961 hingga 2014. Penelitian ini dilakukan oleh Liu dan Fu (2026) menggunakan data observasi, reanalisis, dan simulasi CMIP6.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas suhu harian ini terutama disebabkan oleh pergerakan utara-selatan massa udara hangat dan dingin. Pola ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda tergantung musim:

  • Musim dingin: Pola meteorologi skala besar menjadi penggerak utama.
  • Musim panas: Interaksi lokal antara daratan dan atmosfer memiliki pengaruh yang lebih besar.

Proses ini tidak hanya mengubah gradien suhu, tetapi juga memodulasi aktivitas badai dan sistem cuaca secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme ini, para ilmuwan dapat meningkatkan prediksi risiko iklim musiman dan strategi adaptasi.

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang variabilitas suhu dan menjadi dasar ilmiah untuk pengembangan model prediksi iklim yang lebih akurat.

"Temuan ini menunjukkan bahwa variabilitas suhu harian tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lokal, tetapi juga oleh dinamika skala besar yang melibatkan pergerakan massa udara. Hal ini membuka peluang untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca dan iklim."
— Yun Qian, Editor, JGR: Atmospheres

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Journal of Geophysical Research: Atmospheres dengan judul "Interannual variations in the day-to-day temperature variability in the northern hemisphere and possible causalities".

Citation: Liu, Q., Fu, C. (2026). Interannual variations in the day-to-day temperature variability in the northern hemisphere and possible causalities. Journal of Geophysical Research: Atmospheres, 131, e2025JD045754. https://doi.org/10.1029/2025JD045754