Produser dan rapper ternama Daz Dillinger, yang dikenal luas karena kontribusinya dalam industri hip-hop West Coast dan kolaborasinya dengan Tupac Shakur, resmi menggugat Amaru Entertainment. Perusahaan yang didirikan oleh Afeni Shakur, ibu almarhum rapper tersebut, dituduh tidak memberikan laporan keuangan yang transparan serta menahan pembayaran royalti atas sejumlah karya legendaris Shakur.
Gugatan ini diajukan pada 8 Mei 2025 di Pengadilan Federal Los Angeles. Dillinger, dengan nama hukum Delmar Arnaud, menuntut Amaru Entertainment karena gagal memberikan akuntansi penuh atas royalti yang seharusnya diterimanya. Menurut pengaduan, ia telah berkontribusi dalam penulisan lagu, produksi, vokal, dan karya kreatif lainnya untuk berbagai rekaman Shakur.
Beberapa lagu yang disebutkan dalam gugatan antara lain "Ambitionz az a Ridah", "I Ain’t Mad at Cha", "2 of Amerikaz Most Wanted", "Got My Mind Made Up", dan "Skandalouz", termasuk remix dan versi-versi terkait lainnya.
Dillinger menuding Amaru telah memanfaatkan, melisensikan, mengelola, dan mengumpulkan pendapatan dari karya-karya tersebut tanpa memberikan laporan royalti yang lengkap atau rincian pembayaran yang seharusnya ia terima. Ia mengaku telah meminta pembayaran dan catatan keuangan sejak 18 Oktober 2024. Sebagai respons, Amaru akhirnya membayar sebesar US$91.445,27 kepada Dillinger. Namun, perusahaan tersebut tidak menjelaskan dasar pembayaran tersebut, termasuk karya mana yang dicakup, periode waktu, serta potongan atau pengurangan yang diterapkan.
Menurut gugatan, pembayaran tersebut hanya sebagian dan tidak mencerminkan seluruh royalti yang seharusnya diterima Dillinger.
"Pembayaran oleh Amaru membuktikan bahwa sejumlah uang memang seharusnya dibayarkan," tulis pengaduan tersebut. "Namun, kegagalan mereka untuk menjelaskan dasar pembayaran membuat Dillinger tidak dapat memastikan apakah pembayaran tersebut sudah lengkap, akurat, tepat waktu, dan mencakup seluruh eksploitasi yang dilakukan."
Gugatan ini mencakup tuntutan untuk akuntansi penuh, pelanggaran kontrak, pelanggaran kewajiban itikad baik, serta tuntutan lainnya. Dillinger menuntut pembayaran royalti dan keuntungan yang belum dibayarkan, restitusi, pembayaran bunga, biaya pengadilan, dan honorarium pengacara. Ia juga meminta sidang dengan juri.
Sejak tahun 2016, setelah Afeni Shakur meninggal dunia akibat serangan jantung, Amaru Entertainment dikelola oleh Tom Whalley. Whalley dikenal sebagai sosok yang pertama kali menandatangani kontrak Tupac dengan Interscope Records. Saat ini, ia terlibat dalam sengketa pengendalian estate Tupac dengan Sekyiwa Shakur, adik tiri Tupac dan Presiden Tupac Amaru Shakur Foundation.