Roku mengumumkan pendapatan sebesar $1,25 miliar dan laba bersih sebesar $86 juta, atau setara dengan 57 sen per saham pada kuartal pertama tahun 2024.
Angka ini jauh melampaui perkiraan analis yang disusun oleh Yahoo Finance, yang sebelumnya memprediksi pendapatan hanya $1,2 miliar dengan laba 35 sen per saham.
Setelah pengumuman hasil keuangan tersebut, saham Roku melonjak hingga 8,5% dalam perdagangan setelah jam kerja (after-hours trading). Pada periode yang sama tahun lalu, Roku justru mencatat kerugian sebesar $27,4 juta, atau setara dengan 19 sen per saham.
Pertumbuhan Didorong oleh Iklan dan Langganan
Pendapatan total Roku tumbuh sebesar 22% menjadi $1,13 miliar, terutama didukung oleh unit bisnis iklan dan langganan yang baru dipisahkan dalam laporan keuangan. Berikut rincian pertumbuhan masing-masing unit:
- Pendapatan iklan: Naik 27% menjadi $612,7 juta
- Pendapatan langganan: Meningkat 30% menjadi $518,5 juta
- Pendapatan perangkat keras: Turun 16% menjadi $117,6 juta
Ekspansi Pengguna dan Jam Streaming
Hasil kuartal ini juga menunjukkan bahwa Roku telah melampaui 100 juta rumah tangga di seluruh dunia. Total jam streaming meningkat sebesar 8% menjadi 38,7 miliar jam selama kuartal tersebut.
Kinerja positif ini menegaskan posisi Roku sebagai salah satu pemain utama dalam industri streaming, dengan pertumbuhan yang didorong oleh ekosistem iklan dan layanan berlangganan yang semakin kuat.