Rusia Kini Memiliki Senjata Anti-Satelit yang Beroperasi
Komando Antariksa Amerika Serikat (US Space Command) mengumumkan bahwa Rusia kini telah mengoperasikan senjata anti-satelit (ASAT) yang mampu menargetkan satelit pemerintah AS yang berharga. Pernyataan ini disampaikan oleh Jenderal empat bintang Stephen Whiting minggu ini.
Whiting tidak menyebutkan nama sistem persenjataan tersebut secara spesifik. Namun, analisis menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah program militer Rusia bernama Nivelir. Program ini telah meluncurkan empat satelit yang mengikuti satelit mata-mata AS milik National Reconnaissance Office (NRO) di orbit rendah Bumi.
Satelit 'Matryoshka' yang Berbahaya
Setelah mencapai orbit, satelit Nivelir melepaskan pesawat-pesawat kecil untuk melakukan manuver independen. Pada tahun 2020, salah satu pesawat kecil ini melontarkan objek misterius dengan kecepatan tinggi. Para analis AS menyimpulkan bahwa objek tersebut adalah proyektil yang dapat ditembakkan ke satelit lain.
Arsitektur Nivelir dibandingkan dengan boneka Matryoshka Rusia—sebuah boneka kayu berlapis yang menyembunyikan boneka-boneka kecil di dalamnya. Satelit induk Nivelir berfungsi sebagai 'cangkang luar' yang menyembunyikan satelit-satelit kecil di dalamnya, yang masing-masing dapat melakukan tindakan independen.
Ancaman terhadap Infrastruktur Luar Angkasa AS
Menurut Whiting, perkembangan ini menunjukkan bahwa Rusia kini memiliki kemampuan operasional untuk mengganggu atau menghancurkan satelit AS yang kritis. Infrastruktur luar angkasa AS, termasuk satelit komunikasi dan pengintaian, menjadi sasaran potensial.
"Rusia telah menunjukkan kemampuan untuk mendekati, mengamati, dan berpotensi menyerang satelit AS dengan senjata co-orbital," kata Whiting. "Ini merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan stabilitas di luar angkasa."
Reaksi dan Implikasi Global
Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran yang telah lama diungkapkan oleh para ahli keamanan mengenai perlombaan senjata di luar angkasa. Rusia sebelumnya telah melakukan serangkaian uji coba yang tidak biasa, termasuk peluncuran satelit dengan perilaku aneh yang sulit dijelaskan.
Para pejabat AS menekankan bahwa Rusia bukan satu-satunya negara yang mengembangkan senjata anti-satelit. Cina dan negara-negara lain juga telah menunjukkan kemampuan serupa. Namun, Rusia dianggap sebagai ancaman terbesar karena aktivitasnya yang semakin agresif.
Langkah-langkah Pencegahan yang Diambil AS
AS telah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ini dengan memperkuat sistem pertahanan luar angkasa. Langkah-langkah yang diambil antara lain:
- Peningkatan pemantauan terhadap aktivitas satelit Rusia di orbit rendah Bumi;
- Pengembangan teknologi untuk mendeteksi dan menetralisir ancaman ASAT;
- Kerja sama dengan sekutu internasional untuk membentuk norma-norma perilaku di luar angkasa;
- Peningkatan investasi dalam sistem pertahanan dan pengintaian luar angkasa.
Whiting menekankan pentingnya diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik di luar angkasa. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi asetnya jika diperlukan.