Senat Amerika Serikat secara bulat melarang anggotanya untuk bertransaksi di pasar prediksi pada hari Senin (12/8). Keputusan ini diambil menyusul temuan platform Kalshi yang mendeteksi tiga calon kongres bertaruh pada kampanye mereka sendiri.
Resolusi yang melarang transaksi tersebut disahkan melalui konsensus tanpa penolakan. Langkah ini merupakan amandemen terhadap aturan konflik kepentingan Senat dan tidak memerlukan persetujuan dari DPR. Saat ini, DPR tengah membahas resolusi serupa untuk diterapkan bagi anggotanya.
Larangan untuk Mencegah Konflik Kepentingan
Senator Bernie Moreno (Partai Republik, Ohio), penggagas resolusi, menekankan pentingnya larangan ini. "Senator Amerika Serikat tidak seharusnya terlibat dalam aktivitas spekulatif seperti pasar prediksi sambil menerima gaji dari pajak rakyat," ujarnya. "Menjabat di Kongres bukan tentang mencari cara baru untuk menguntungkan diri sendiri, melainkan tentang memberikan hasil terbaik bagi rakyat Amerika."
Reaksi terhadap Temuan Kalshi
Platform Kalshi melaporkan bahwa tiga calon kongres terlibat dalam transaksi di pasar prediksi yang berkaitan dengan kampanye mereka. Temuan ini memicu kecaman publik dan mendorong Senat untuk segera bertindak. Meskipun tidak ada calon senator yang terlibat, larangan ini dianggap sebagai langkah pencegahan untuk menjaga integritas pemerintahan.
Pasar prediksi sendiri merupakan platform yang memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan pada hasil peristiwa tertentu, seperti pemilu atau kebijakan publik. Meskipun legal, aktivitas ini kerap dikritik karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Langkah Selanjutnya
DPR kini tengah membahas resolusi serupa untuk diterapkan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Jika disetujui, larangan ini akan berlaku secara menyeluruh bagi seluruh anggota legislatif federal di Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan.