Perusahaan teknologi dan hiburan asal Jepang, Sony, mengumumkan kenaikan pendapatan sebesar 8% secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026, mencapai total $19,4 miliar atau setara dengan 3 triliun yen. Namun, keuntungan perusahaan justru turun lebih dari 55% menjadi 93 miliar yen ($595,2 juta).

Performa Divisi Film dan PlayStation

Meskipun divisi film Sony mengalami masa yang sulit di pasar bioskop, dengan hanya satu film yang meraup lebih dari $100 juta, yaitu Goat, PlayStation tetap menjadi mesin uang utama berkat rilis game seperti Resident Evil: Requiem.

Film animasi orisinal Goat berhasil meraih pendapatan global sebesar $192 juta, namun film horor sekuel 28 Years Later: The Bone Temple hanya mencatatkan $58,5 juta, kurang dari setengah pendapatan global film sekuel tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi divisi hiburan Sony dalam mempertahankan performa box office yang konsisten.

Restrukturisasi dan Fokus pada IP Unggulan

Sony Pictures Entertainment (SPE) baru-baru ini mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran untuk memfokuskan perusahaan pada Intellectual Property (IP) dengan potensi pertumbuhan terbesar. Langkah ini berdampak pada ratusan karyawan yang diberhentikan.

Restrukturisasi ini menekankan pada:

  • Adaptasi film dan televisi dari game PlayStation sebagai prioritas utama;
  • Pengembangan divisi anime yang tengah berkembang, Crunchyroll;
  • Konsolidasi divisi game show, termasuk acara populer seperti Jeopardy! dan Wheel of Fortune.

Pendapatan dari Berbagai Divisi

Meskipun keuntungan operasional SPE turun sebesar 22% secara tahunan menjadi 41,5 miliar yen ($264 juta), pendapatan dari divisi game Sony tetap menjadi penopang utama. Namun, divisi ini juga mengalami penurunan tajam. Di sisi lain, divisi musik Sony mencatatkan kenaikan pendapatan yang signifikan selama periode tersebut.

Kinerja kuartal ini mencerminkan strategi Sony untuk menyeimbangkan portofolio bisnisnya, dengan tetap mengandalkan kekuatan PlayStation dan konten digital sambil melakukan penyesuaian pada divisi hiburan tradisional.

Sumber: The Wrap