Teleskop Romawi NASA Selesai Dirakit, Siap Meluncur September 2026

GREENBELT, Md. — NASA mengundang media untuk melihat Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman yang telah rampung dirakit. Teleskop ini siap bergabung dengan observatorium besar lainnya di orbit menjelang peluncuran pada September 2026. Dibandingkan Hubble dan Webb, teleskop ini memiliki desain khusus dengan bidang pandang luas dan sistem pencitraan masif yang mampu mengirimkan data hingga 1,4 terabyte per hari ke Bumi.

Nama teleskop ini diambil dari Nancy Grace Roman, tokoh kunci perencana Teleskop Hubble. Meskipun mirip dengan teleskop sebelumnya, Roman memiliki perbedaan signifikan dalam hal teknologi dan misi ilmiahnya.

Sejarah Unik di Balik Teleskop Romawi

Proyek ini berawal dari pemanfaatan peralatan pengintaian militer yang tidak terpakai. NASA memanfaatkan surplus hardware tersebut untuk mengembangkan teleskop yang lebih efisien dan hemat biaya. Hasilnya, Roman berhasil diselesaikan delapan bulan lebih cepat dari jadwal dan dengan anggaran yang lebih rendah dari perkiraan.

Peran Penting dalam Astronomi Inframerah

Atmosfer Bumi menyerap sebagian besar gelombang inframerah, sehingga pengamatan inframerah dari permukaan sulit dilakukan. Padahal, banyak fenomena penting—seperti galaksi tertua dan atmosfer eksoplanet—hanya terdeteksi dalam panjang gelombang inframerah. Teleskop sebelumnya seperti Spitzer telah membuktikan pentingnya pengamatan inframerah di luar angkasa. Roman diharapkan melanjutkan terobosan ini dengan kemampuan yang lebih canggih.

Misi dan Harapan ke Depan

Teleskop Romawi akan menjadi salah satu observatorium terbesar di luar angkasa, dengan kemampuan untuk:

  • Mengamati galaksi dan bintang dengan resolusi tinggi;
  • Mempelajari materi gelap dan energi gelap;
  • Mendeteksi eksoplanet dan menganalisis atmosfernya;
  • Mengirimkan data ilmiah dalam jumlah besar setiap hari.

"Roman akan membuka jendela baru dalam pemahaman kita tentang alam semesta. Dengan teknologi mutakhir, teleskop ini siap memberikan kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan," ujar seorang pejabat NASA.

Peluncuran Roman pada September 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah astronomi modern. Para ilmuwan di seluruh dunia menantikan data dan penemuan yang akan dihasilkan oleh teleskop ini.