Fernando Mendoza, quarterback tim Raiders, dikabarkan absen dari kunjungan timnya ke Gedung Putih pada Senin (11/3). Presiden Donald Trump secara khusus menyebutkan ketidakhadiran Mendoza dalam pidatonya.

"Alasan dia tidak ada di sini — dia sangat baik, bahkan sempat menelepon karena dia sebenarnya... dia penggemar besar kami," kata Trump. "Anda tidak akan percaya, karena dia tidak datang. Saya tidak senang, tapi itu tidak masalah. Alasannya karena dia sedang latihan musim semi, kan?... Dia baru pertama kali latihan musim semi atau semacamnya. Saya bilang, 'Kamu harus ke sana.'"

Trump juga menambahkan, "Tapi dia menjadi yang pertama dari Indiana — seandainya dia tidak melakukan itu, percayalah, saya tidak akan membicarakan dia. Saya tidak akan menyebut namanya sama sekali. Jika dia tidak hadir karena alasan lain, misalnya dia tidak suka Trump atau tidak mau datang, saya tidak akan menyebutnya. Saya akan membahas timnya dengan baik, tanpa menyebut nama quarterback-nya."

Budaya Politik yang Semakin Sensitif

Pernyataan Trump ini mencerminkan pola yang sering ia gunakan: ia menyukai mereka yang menyukainya dan sebaliknya. Sikap ini menciptakan budaya politik yang sangat sensitif di seluruh negeri. Siapa pun yang memiliki perbedaan pendapat dianggap dengan label tertentu, tanpa mempertimbangkan substansi argumen mereka.

Seperti kata Trump sendiri, situasi ini "menyedihkan!" Lebih tepatnya, hal ini melelahkan. Selain itu, sikap ini membuat sulit bagi orang-orang yang berpikiran rasional untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang wajar. Alih-alih membahas substansi, mereka yang tidak sejalan dengan garis partai atau pemimpin seringkali diberi label negatif. Akibatnya, pihak yang memiliki kekuasaan cenderung memilih orang-orang yang akan mengatakan apa pun yang mereka inginkan, meskipun tidak sesuai keyakinan asli mereka.

Keyakinan sejati tidak lagi menjadi hal yang penting. Yang terpenting adalah mengikuti arus dan mengatakan hal-hal yang tepat pada waktu yang tepat. Siapa pun yang melanggar aturan ini akan diserang, dikecilkan, atau bahkan mendapat ancaman, baik secara langsung maupun halus.

Beberapa orang mungkin melawan intimidasi ini, sementara yang lain tidak. Pada akhirnya, setiap orang harus menemukan cara untuk tetap tidur nyenyak dan bangun setiap pagi dengan diri sendiri di cermin.