Donald Trump menghentikan pidatonya di acara Gedung Putih untuk melakukan jajak pendapat dadakan mengenai dua calon potensial presiden 2028. Ia menanyakan dukungan hadirin terhadap Wakil Presiden JD Vance atau Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam kemungkinan pertarungan mendatang.

Saat berbicara dalam acara Rose Garden Club Dinner pada Senin (10/6), Trump meminta hadirin untuk memilih antara Vance atau Rubio jika keduanya mencalonkan diri sebagai presiden.

"Siapa yang akan dipilih? Apakah JD Vance?" ujar Trump, sembari mengomentari Gubernur California Gavin Newsom yang juga berpotensi maju. "Apakah orang lain? Saya tidak tahu... Siap? Siapa yang mendukung JD Vance?"

Saat hadirin bertepuk tangan mendengar nama JD Vance, Trump melanjutkan, "Siapa yang mendukung Marco Rubio?"

Pertanyaan kedua itu juga disambut tepuk tangan. Trump kemudian menyarankan bahwa kedua politisi tersebut bisa menjadi calon wakil presiden yang kuat.

"Baiklah, terdengar seperti tiket yang bagus... Itu tiket sempurna," kata Trump. "Ngomong-ngomong, saya yakin itu tim impian, tapi ini hanya detail kecil. Ini tidak berarti saya memberikan dukungan saya dalam keadaan apa pun."

Trump juga kembali mengkritik Gubernur Newsom, menyebutkan kembali pernyataan Newsom tentang disleksia yang pernah ia sampaikan. Menurut Trump, Newsom menyebut dirinya "orang bodoh" karena mengakui kesulitan belajarnya sejak kecil.

"Ia bukan orang pintar," kata Trump. "Ia bilang, 'Saya bodoh seperti semua orang di ruangan ini.' Lalu sekarang ia dituduh rasis... Orang ini, apa yang ia katakan sangat buruk. Ini wawancara terburuk yang pernah saya lihat dari seorang politisi profesional."

Komentar Trump ini mengulang pernyataan serupa yang ia sampaikan pada Maret lalu, merujuk pada kontroversi Newsom yang menyebutkan nilai tesnya yang rendah di hadapan mayoritas hadirin kulit hitam di Atlanta.

"Saya tidak lebih baik dari Anda," kata Newsom saat itu kepada Walikota Andre Dickens. Ia juga menyebutkan nilai SAT-nya yang rendah, "Secara harfiah, nilai SAT saya 960. Anda belum pernah melihat saya membaca pidato karena saya tidak bisa."

Newsom membalas kritikan Trump pada Maret dengan menyebutnya "orang dungu yang membom anak-anak dan melindungi para pedofil".

Sumber: The Wrap