Stephen Colbert tak tahan untuk menyindir rekan-rekannya di CBS News setelah jaringan tersebut gagal mendapatkan visa untuk meliput kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke China.
"Semua tim liputan sudah berada di China untuk meliput pertemuan bersejarah ini," kata Colbert dalam monolognya di acara The Late Show pada Kamis (16/5). "Semua kecuali satu, karena rekan kami di CBS News, Tony Dokoupil, terpaksa melaporkan dari Taiwan karena gagal mendapatkan visa China tepat waktu."
Ia melanjutkan, "Itu memang mengecewakan, tapi cocok dengan slogan mereka. CBS News, ketika peristiwa terjadi, kami hanya berjarak satu negara."
Colbert tak berhenti sampai di situ. Ia menyinggung bahwa "beberapa jaringan berita lain berhasil berada di tempat yang mereka liput," dengan menyebut liputan ABC News yang menampilkan David Muir belajar tentang robotika di Beijing.
Setelah menampilkan cuplikan Muir berinteraksi dengan robot yang diajarkan untuk berbaring menggunakan kecerdasan buatan, Colbert berkelakar, "Hei, robot itu mengambil pekerjaan yang akan saya mulai tanggal 22 Mei nanti." Komedian ini merujuk pada episode terakhir acaranya yang akan tayang pekan depan.
Pada Januari lalu, CBS mengumumkan tanggal tayang terakhir The Late Show, yaitu 21 Mei. Keputusan ini diambil setelah CBS sebelumnya mengumumkan pada musim panas lalu bahwa acara tersebut akan berakhir tak lama setelah Colbert mengkritik penyelesaian senilai $16 juta antara Paramount dengan Presiden Trump, menyebutnya sebagai "suap besar-besaran".
Namun, eksekutif CBS menekankan bahwa keputusan pembatalan tersebut murni berdasarkan pertimbangan finansial.