Analis bisnis dan profesor pemasaran ternama, Scott Galloway, memberikan prediksi mengejutkan mengenai langkah Tucker Carlson setelah sang pembawa acara televisi itu meminta maaf atas dukungannya terhadap Donald Trump. Menurut Galloway, permintaan maaf tersebut merupakan strategi untuk mempersiapkan pencalonan dirinya sendiri dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2028.

Galloway menyampaikan analisisnya dalam acara podcast Pivot bersama Kara Swisher. Ia yakin bahwa Carlson tengah membuka jalan bagi ambisi politiknya dengan memanfaatkan platform media yang dimilikinya serta dukungan dari para pengikut setianya.

Carlson Dinilai Punya Peluang Besar di Peta Politik 2028

Menurut Galloway, Carlson memiliki posisi yang sangat strategis untuk menarik perhatian pemilih konservatif yang saat ini tidak puas dengan kebijakan Trump maupun perang di Iran. "Bagi saya, ketika melihat komentar Tucker, saya benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di sini," kata Galloway.

"Ia akan maju sebagai calon presiden, Kara. Apakah Anda menyadari betapa besarnya peluang bagi seseorang yang memiliki nilai-nilai konservatif kuat, platform media besar, dan pengikut fanatik yang siap dimobilisasi? Selain itu, ia juga menentang Trump dan perang di Iran—isu yang kini banyak ditentang oleh sebagian besar Republik. Saat ini, tidak ada yang menempati posisi itu selain Tucker Carlson."

Galloway melanjutkan, "Saya rasa saat ini Tucker Carlson adalah calon paling mungkin dari Partai Republik untuk pemilihan presiden 2028. Bayangkan jika ia berhadapan di panggung dengan Marco Rubio atau JD Vance—ia akan dengan mudah mengalahkan mereka."

Permintaan Maaf Carlson atas Dukungan terhadap Trump

Carlson secara terbuka meminta maaf atas dukungannya terhadap Trump dalam acara The Tucker Carlson Show bersama saudaranya, Buckley. Ia mengaku merasa "tersiksa" karena kontribusinya dalam membantu Trump memenangkan masa jabatan keduanya.

"Saya, Anda, dan semua yang mendukungnya—kita menulis pidato untuknya, berkampanye untuknya—kita semua terlibat di dalamnya," ujar Carlson kepada Buckley. "Hanya mengatakan 'Saya berubah pikiran' atau 'Ini buruk, saya keluar' tidak cukup."

Ia menambahkan, "Saya rasa ini saatnya untuk merenungkan hati nurani kita masing-masing. Kita akan terus tersiksa oleh hal ini—dan saya akan begitu. Saya ingin meminta maaf karena telah menyesatkan orang, meskipun itu bukan niat saya. Itu saja yang bisa saya katakan."

Permintaan maaf Carlson ini muncul setelah saudaranya menyarankan agar pihak yang berwenang mempertimbangkan penggunaan Amandemen ke-25 untuk menyatakan presiden tidak mampu menjalankan tugasnya. Dalam setahun terakhir, Carlson semakin kritis terhadap Trump, terutama setelah dimulainya perang dengan Iran. Kritiknya yang keras akhirnya membuat Trump bereaksi dengan menyatakan bahwa Carlson tidak lagi mewakili gerakan Make America Great Again (MAGA).

Sumber: The Wrap