Victor Glover: Pilot Pertama yang Terbang dengan Orion dalam Misi Bulan Modern
Victor Glover, pilot misi Artemis II, berbicara kepada media enam hari setelah kembali ke Bumi. Ia adalah bagian dari awak empat orang yang menyelesaikan penerbangan bersejarah mengelilingi Bulan dalam misi berawak pertama sejak 1972.
Perjalanan dari Pilot Angkatan Laut hingga Penerbangan ke Bulan
Glover, seorang pilot tempur berpengalaman dari Angkatan Laut AS, pertama kali ke luar angkasa pada November 2020 sebagai pilot misi operasional pertama Crew Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dua tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai pilot Artemis II dan bertugas menguji sistem pesawat luar angkasa Orion selama perjalanan ke dan dari Bulan.
Ia mengungkapkan bahwa terbang dengan Orion sangat berbeda dengan pesawat luar angkasa sebelumnya. "Orion dirancang untuk misi yang lebih kompleks dan berisiko tinggi," kata Glover. "Sistem navigasi, perlindungan radiasi, dan kontrol suhu harus bekerja sempurna untuk memastikan keselamatan awak."
Tantangan dalam Misi Artemis II
Misi Artemis II menandai pertama kalinya manusia terbang dengan Space Launch System (SLS) dan Orion dalam konfigurasi lengkap. Glover menekankan bahwa setiap tahap penerbangan—dari peluncuran hingga pendaratan—memiliki tantangannya sendiri.
- Peluncuran: Roket SLS, yang merupakan roket paling kuat yang pernah dibuat NASA, memberikan gaya dorong luar biasa. "Anda merasakan getaran yang kuat, tetapi sistem Orion dirancang untuk menyerapnya," jelas Glover.
- Perjalanan ke Bulan: Selama empat hari menuju Bulan, awak melakukan serangkaian pengujian sistem kritis. "Kami memantau kinerja Orion secara real-time dan siap untuk menghadapi keadaan darurat," ujarnya.
- Pendaratan di Samudra Pasifik: Setelah menyelesaikan penerbangan selama 10 hari, Orion mendarat di Samudra Pasifik. Glover menjelaskan bahwa proses pendaratan melibatkan penggunaan parasut besar untuk memperlambat laju pesawat sebelum menyentuh air.
Perbedaan dengan Misi Apollo
Glover membandingkan Artemis II dengan misi Apollo yang bersejarah. "Teknologi telah berkembang pesat sejak 1972. Orion memiliki sistem komputer canggih, AI untuk pemantauan, dan perlindungan radiasi yang lebih baik," katanya. "Misi ini juga melibatkan lebih banyak kolaborasi internasional, dengan kontribusi dari Eropa, Kanada, dan Jepang."
"Artemis II bukan hanya tentang kembali ke Bulan, tetapi juga tentang membangun fondasi untuk misi masa depan ke Mars. Kami belajar dari setiap langkah untuk memastikan bahwa manusia dapat tinggal di Bulan secara berkelanjutan."
Rencana Masa Depan: Artemis III dan Pangkalan Bulan
Setelah keberhasilan Artemis II, NASA berencana meluncurkan Artemis III pada 2026, yang akan mendaratkan manusia di kutub selatan Bulan. Misi ini bertujuan untuk mengeksplorasi sumber daya air es dan membangun Lunar Gateway, stasiun luar angkasa yang akan mengorbit Bulan.
Glover optimis tentang masa depan eksplorasi luar angkasa. "Kami tidak hanya ingin mengunjungi Bulan, tetapi juga tinggal di sana. Artemis adalah langkah pertama menuju itu," katanya.