Sebuah video yang memperlihatkan tentara Ukraina menembak jatuh drone Rusia menggunakan senapan—sambil mencondongkan tubuh keluar dari pesawat baling-baling era Soviet—menjadi viral minggu lalu. Dalam rekaman tersebut, para prajurit menembakkan senjata mereka ke arah drone, menyebabkan ledakan besar saat drone jatuh ke tanah. Momen ini pun menyerupai adegan dalam permainan video perang.

Mengingat banyaknya disinformasi mengenai perang di Ukraina yang beredar di media sosial, mungkin Anda mempertanyakan keaslian video tersebut. Namun, seperti yang dilaporkan Wall Street Journal, rekaman ini benar adanya. Video ini menunjukkan perkembangan terbaru dalam peperangan drone, di mana teknologi abad ke-21 bertabrakan dengan pertempuran jarak dekat ala masa lalu.

Menurut sumber Wall Street Journal dari jajaran militer Ukraina, Brigade Penerbangan Angkatan Darat ke-11 berhasil menembak jatuh puluhan drone Rusia dengan cara yang tidak biasa: para prajurit menembak dari pesawat baling-baling tua jenis Yak-52, yang awalnya dirancang untuk pelatihan aerobatik.

Pesawat ini jauh lebih murah untuk dioperasikan dan jauh lebih sederhana dibandingkan jet tempur F-16 yang juga digunakan Ukraina untuk menembak jatuh drone. Para prajurit bahkan menorehkan gambar drone yang berhasil ditembak jatuh di badan pesawat, sebuah kebiasaan yang terinspirasi dari pilot Perang Dunia II.

Meskipun pesawat ini tidak memiliki kecepatan jet, pesawat ini cukup lincah untuk mengejar drone Iran buatan Rusia seperti Shahed. Pesawat ini mampu mendekati drone hingga beberapa ratus kaki, memungkinkan para prajurit untuk menembak jatuh drone menggunakan senjata api.

Namun, taktik ini tetap sangat berisiko. Rudal pertahanan udara Rusia dapat dengan mudah menembak jatuh pesawat tanpa mesin jet, sehingga mengekspos para pilot Ukraina.

Cara ini menjadi salah satu respons aneh terhadap perkembangan teknologi drone dan robotika dalam peperangan modern. Baru-baru ini, muncul video lain yang menunjukkan pasukan Ukraina mengevakuasi seorang wanita tua dengan bantuan robot kendali jarak jauh.

"Sekarang ada teknologi canggih, tapi saya masih harus keluar dari kokpit dan menembak drone dengan senapan."

Seorang mekanik yang beralih menjadi penembak memberitahu Wall Street Journal.

Meski berisiko, taktik ini terbukti efektif. Seperti yang diungkapkan seorang pengguna Reddit: "Masalah modern kadang membutuhkan solusi lama."

Berikutnya: Video Aneh: Tentara Ukraina Evakuasi Nenek dengan Robot Militer

Sumber: Futurism