Kementerian Pertahanan Jepang baru-baru ini mengumumkan penggunaan drone tempur yang terbuat hampir seluruhnya dari kardus. Inovasi ini dikembangkan oleh produsen senjata lokal, AirKamuy, sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengurangan biaya.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjirō Koizumi, menyebutkan bahwa drone bernama AirKamuy 150 telah digunakan oleh Angkatan Laut Bela Diri Jepang sebagai target latihan. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci apakah drone ini digunakan untuk latihan internal atau sebagai umpan, langkah ini menunjukkan komitmen Jepang dalam mengoptimalkan aset tanpa awak.
Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Koizumi menulis, "Hari ini saya berdiskusi dengan tim AirKamuy, produsen drone kardus terkenal. Angkatan Laut Bela Diri Jepang telah memanfaatkannya sebagai target. Untuk menjadikan pasukan yang paling unggul dalam penggunaan aset tanpa awak di dunia, kolaborasi dengan startup pertahanan sangat penting."
「今日は段ボール製ドローンで有名なエアカムイの皆さんと意見交換をさせて頂きました。海上自衛隊では既に標的として活用しています。ドローンをはじめとする無人アセットを世界で最も駆使する自衛隊を目指す上で、防衛分野に意欲あるスタートアップの皆さんと連携強化は不可欠です。今日は非常に濃密な…
https://t.co/OJwVOpFiBT」
— 小泉進次郎 (@shinjirokoiz) April 27, 2026
Menurut laporan Tom’s Hardware, drone kardus ini dibanderol dengan harga antara $2.000 hingga $2.500 per unit, jauh lebih murah dibandingkan drone Shahed buatan Iran yang harganya berkisar $20.000 hingga $50.000. Selain itu, drone ini juga dapat dilipat dan dirakit dalam waktu kurang dari lima menit tanpa memerlukan alat khusus.
Meskipun menggunakan bahan dasar kardus, drone ini mampu terbang hingga 80 menit dengan kecepatan maksimum sekitar 100 km/jam. Keunggulan lainnya adalah proses produksi yang sederhana, sehingga dapat dibuat oleh produsen kardus biasa menggunakan mesin pemotong cetakan, bukan hanya oleh perusahaan kedirgantaraan khusus.
CEO AirKamuy, Yamaguchi Takumi, menjelaskan, "Terdapat permintaan tinggi untuk drone berbiaya rendah yang dapat dioperasikan dalam jumlah besar dan jarak jauh. Model ini dapat diproduksi di pabrik kardus mana pun, memastikan kapasitas produksi massal dan rantai pasok yang tangguh."
Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanan dengan memanfaatkan teknologi yang efisien dan mudah diakses. Dengan biaya produksi rendah dan kemudahan perakitan, drone kardus ini berpotensi menjadi pilihan utama untuk operasi militer skala besar.