ABTC Perluas Kapasitas Penambangan Bitcoin dengan 11.000 Mesin Baru

American Bitcoin Corp. (ABTC) mencatatkan kenaikan signifikan setelah mengumumkan aktivasi lebih dari 11.000 mesin penambang Bitcoin di fasilitas Drumheller, Kanada. Dengan tambahan ini, perusahaan berhasil meningkatkan kapasitas hashrate sebesar 3,05 exahashes per detik (EH/s).

Total mesin yang kini aktif mencapai hampir 59.000 unit, dengan kapasitas hashrate keseluruhan sekitar 25,0 EH/s. Jika dihitung termasuk stok mesin yang belum diaktifkan, ABTC kini memiliki sekitar 89.242 mesin yang mampu menghasilkan hingga 28,1 EH/s. Langkah ini menjadikan ABTC sebagai salah satu perusahaan pertambangan Bitcoin publik dengan pertumbuhan tercepat.

Efisiensi Operasional Meningkat

Mesin-mesin baru yang dikerahkan memiliki efisiensi sekitar 13,5 joule per terahash (J/TH), meningkatkan performa keseluruhan armada ABTC. Setelah ekspansi, efisiensi operasional perusahaan rata-rata mencapai 14,1 J/TH, sementara seluruh armada yang dimiliki memiliki efisiensi sekitar 16,0 J/TH.

"Menambah hashrate adalah salah satu cara untuk memperkuat posisi kami di jaringan Bitcoin. Langkah ini mencerminkan strategi kami dalam mengalokasikan modal secara disiplin dan mengeksekusi dengan cepat untuk meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin secara signifikan."
— Eric Trump, Co-Founder & Chief Strategy Officer ABTC

Saham ABTC Melonjak, Bitcoin Sentuh Rekor Baru

Pengumuman ini memicu reaksi pasar yang kuat. Saham ABTC melonjak dua digit dalam perdagangan awal, melanjutkan tren kenaikan selama sebulan terakhir. Kenaikan ini sejalan dengan kinerja Bitcoin yang menembus level di atas $79.000.

ABTC, yang mayoritas dimiliki oleh Hut 8 Corp., menerapkan model bisnis dengan fokus pada akumulasi Bitcoin melalui penambangan mandiri, bukan sekadar menjual hasil produksi. Perusahaan menekankan biaya produksi yang lebih rendah dari harga spot Bitcoin, strategi yang dinilai dapat meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Ekspansi Drumheller: Langkah Strategis Menuju Optimalisasi

Ekspansi di Drumheller menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk mengoptimalkan output dari armada yang lebih besar, alih-alih langsung menambah kapasitas baru. Dengan meningkatkan hashrate sambil menjaga biaya operasional tetap rendah, ABTC bertujuan untuk menambah kepemilikan Bitcoin per saham.

Dalam periode yang sama, Bitcoin terus mencatatkan kenaikan signifikan. Perusahaan juga mengumumkan pembelian 34.164 Bitcoin senilai $2,54 miliar, sehingga total kepemilikan Bitcoin ABTC mencapai 815.061 BTC. Dengan pencapaian ini, ABTC kini menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.

ABTC Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Ekspansi ini menandai penyelesaian rencana ekspansi yang diumumkan pada Maret lalu. Perusahaan kini berfokus pada optimalisasi output dari armada yang telah diperbesar, bukan pada penambahan kapasitas instan. Dengan efisiensi operasional yang terus meningkat, ABTC siap untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri pertambangan Bitcoin.