Trump Kritik Hakim Demokrat di Media Sosial
Presiden Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap para hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (12/6) pagi. Ia menuding hakim Demokrat selalu bersatu layaknya lem, bahkan dalam kasus yang dianggapnya menyimpang.
"Para hakim Demokrat bersatu seperti lem, TIDAK PERNAH gagal menyimpang dari kebijakan, ide, dan kasus yang menyimpang di hadapan mereka," tulis Trump. "MEREKA SELALU memilih secara kelompok, atau BLOKIR, bahkan terhadap orang baru dengan IQ rendah yang entah bagaimana bisa duduk di kursi hakim (Sleepy Joe!)," lanjutnya, merujuk pada Hakim Ketanji Brown Jackson.
Trump juga mengkritik hakim Republik yang dianggapnya tidak konsisten. Menurutnya, hakim Republik justru sering memberikan kemenangan kepada Demokrat, termasuk dalam putusan terkait tarif dan isu kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir (birthright citizenship).
"Tidak ada negara lain di dunia yang 'sebodoh' memberikan kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir," klaim Trump, meskipun pernyataan tersebut tidak akurat secara faktual.
Klaim Trump tentang Kewarganegaraan Berdasarkan Tempat Lahir
Trump menegaskan bahwa tidak ada negara lain yang menerapkan sistem kewarganegaraan otomatis berdasarkan tempat lahir, yang menurutnya merupakan kebijakan bodoh. Ia juga menuding hakim Republik yang dianggapnya lemah dan melanggar prinsip yang dianut sebelumnya.
Pemicu Kritik dari James Carville
Kritik Trump muncul tak lama setelah komentar dari James Carville, konsultan politik yang dikenal dengan pernyataannya kontroversial. Carville, dalam wawancara podcast pekan lalu, menyarankan agar Demokrat memberikan status negara bagian kepada Puerto Riko dan Washington DC, serta menambah jumlah kursi Mahkamah Agung menjadi 13.
"Jika Demokrat memenangkan presiden dan kedua kamar Kongres, mereka harus memberikan status negara bagian kepada Puerto Riko dan Washington, serta memperluas Mahkamah Agung menjadi 13 kursi," ujar Carville.
Trump langsung bereaksi keras terhadap saran tersebut. Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (11/6), ia menyebut Carville sebagai "wacko" (orang aneh) dan mengklaim bahwa langkah tersebut akan menghancurkan Amerika.
"Jika mereka berhasil menambah dua negara bagian ini, para perusak negeri ini akan mendominasi politik Amerika selama 100 tahun, jika negeri ini masih ada," tulis Trump.
Meskipun Mahkamah Agung saat ini didominasi oleh hakim konservatif, Trump tetap bersikeras bahwa Demokrat telah mengendalikan lembaga tersebut. Ia bahkan menyatakan kekagumannya terhadap kesatuan hakim Demokrat.
"Mereka adalah kekuatan yang tak tergoyahkan, dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Sungguh, saya sangat menghormati hal itu," kata Trump.
Putusan Mahkamah Agung yang Dinanti
Unggahan Trump di Truth Social muncul tak lama sebelum Mahkamah Agung merilis putusan terbarunya pada Rabu (12/6). Meskipun putusan tersebut tidak terkait dengan isu kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir, ketegangan politik tetap terasa menjelang keputusan penting lainnya.