Sidang Sengit: Musk Menyerang Kredibilitas Altman
Pertanyaan besar muncul dalam sidang sengit antara Sam Altman, CEO OpenAI, dan Elon Musk di California pekan ini: Dapatkah Anda mempercayai Sam Altman?
Musk, melalui tim pengacaranya, melancarkan serangan terhadap Altman dengan menanyakan hubungan kerjanya, termasuk pemecatannya sementara dari OpenAI tiga tahun lalu oleh dewan direksi yang tidak percaya padanya. Steven Molo, pengacara utama Musk, mengutip kesaksian dari eksekutif seperti mantan CTO OpenAI Mira Murati, yang menyebut Altman memiliki kebiasaan "menciptakan kekacauan" dengan mengatakan hal berbeda kepada setiap orang.
Molo juga merujuk pada investigasi New Yorker pada April, yang mengungkapkan bahwa banyak pihak dekat Altman menggambarkannya sebagai sosok yang tak kenal lelah mengejar kekuasaan. Pesan teks Altman kepada Murati pada 2023 yang memohon agar ia dipertahankan, semakin memperkuat kesan ketidakstabilan dalam kepemimpinannya.
Perbandingan dengan Keluarnya Musk dari OpenAI
Tim hukum Altman menuding gugatan Musk pada 2024 sebagai bentuk balas dendam, bukan karena keprihatinan terhadap misi nonprofit OpenAI untuk memajukan AI demi kemanusiaan tanpa memikirkan keuntungan finansial. Musk berargumen bahwa OpenAI telah meninggalkan nilai-nilai awalnya demi keuntungan dan menuntut pengembalian dana sebesar $150 miliar ke badan nonprofitnya.
Namun, terlepas dari argumen hukum, sidang ini lebih banyak menyoroti citra Altman. Upaya Musk untuk mengekspos ketidakpastian jawaban Altman—seperti "Saya tidak ingat" atau "Saya tidak tahu bagaimana orang lain berpikir"—menunjukkan ketidakmampuannya mengendalikan narasi di luar zona nyamannya.
Contohnya, percakapan berikut ini:
Molo: "Apakah Anda benar-benar dapat dipercaya?"
Altman: "Saya percaya begitu."
Molo: "Anda tidak tahu apakah Anda benar-benar dapat dipercaya?"
Altman: "Saya akan mengubah jawaban saya menjadi 'ya'."
Dampak Lebih Besar dari Putusan Hukum
Meskipun sidang akan segera berakhir dan juri akan mulai mempertimbangkan putusan pekan depan, hasilnya mungkin tidak lagi relevan. Kerusakan reputasi Altman sudah terjadi. Menurut survei NBC News pada Maret, 57% pemilih terdaftar di Amerika Serikat percaya bahwa risiko AI lebih besar daripada manfaatnya. Sebagai salah satu tokoh terkemuka di industri AI, Altman bahkan mengalami dua serangan terhadap rumahnya dalam tiga hari pada bulan lalu.
Bagi Musk, tujuan utama bukanlah memenangkan kasus, melainkan menanamkan keraguan di publik tentang integritas Altman. Dan tampaknya, pekerjaan itu sudah hampir selesai.