Virginia baru-baru ini mencatatkan sejarah dengan bergabung dalam National Popular Vote Interstate Compact (NPVIC). Pada 13 April, Gubernur Abigail Spanberger menandatangani undang-undang yang menjadikan Virginia sebagai negara bagian ke-18 yang mendukung sistem pemilihan presiden berdasarkan suara populer, bukan Electoral College.
NPVIC adalah kesepakatan antarnegara bagian untuk mengalokasikan seluruh suara elektoral mereka kepada kandidat presiden yang memenangkan suara populer nasional, bukan berdasarkan hasil di masing-masing negara bagian. Sistem ini akan berlaku ketika total suara elektoral negara-negara bagian yang bergabung mencapai 270—ambang batas untuk memenangkan pemilihan presiden.
Saat ini, negara-negara bagian yang tergabung dalam NPVIC telah mengumpulkan 222 suara elektoral. Dengan bergabungnya Virginia, gerakan ini semakin mendekati target. Jika negara-negara bagian kunci seperti Michigan, Pennsylvania, Wisconsin, Nevada, atau Arizona juga mengadopsi sistem ini—terutama setelah pemilu tengah tahunan—jumlahnya bisa melampaui 270 suara elektoral.
Jika skenario ini terwujud, pemilihan presiden AS pada 2028 berpotensi untuk pertama kalinya menggunakan suara populer sebagai dasar penentuan pemenang, meninggalkan sistem Electoral College yang selama ini dianggap kurang demokratis.
Perubahan ini dinilai sebagai langkah besar menuju sistem pemilu yang lebih inklusif dan mencerminkan kehendak mayoritas rakyat, bukan sekadar akumulasi suara di negara-negara bagian tertentu.