Sutradara ternama Adam McKay, pembuat film Don’t Look Up dan The Big Short, baru-baru ini melontarkan kritik tajam terhadap Partai Demokrat serta kelompok ‘liberal kulit putih kaya’ yang disebutnya sebagai “yang terburuk” dalam sistem politik Amerika Serikat saat ini.
McKay menyampaikan pernyataan keras tersebut dalam wawancara podcast Urgent Futures yang tayang pada Rabu (11/9). Acara yang dipandu oleh kontributor Forbes, Jesse Damiani, menjadi wadah bagi McKay untuk mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap Partai Demokrat dan para pendukung serta donatur liberal yang didominasi kaum kulit putih.
Liberal Kulit Putih Kaya Dinilai Paling Buruk
Menurut McKay, kelompok liberal kulit putih kaya adalah pihak yang paling diuntungkan dari sistem yang rusak, namun justru enggan untuk berubah. "Kami dibombardir dengan pemasaran kelas tinggi, dan tidak ada kelompok yang lebih buruk daripada liberal kulit putih. Mereka adalah yang terburuk," ujarnya.
Ia menambahkan, kelompok tersebut terlalu sombong dan terperangkap dalam privilese. "Ketika berbicara dengan liberal kulit putih kaya, mereka justru mendapatkan banyak keuntungan dari sistem yang rusak ini," tegasnya.
McKay juga mengecam para pemimpin Partai Demokrat yang ahli dalam ‘pemasaran manipulatif’. Ia menyebutkan berbagai kebijakan yang merugikan rakyat Amerika, termasuk sistem kesehatan yang masih privat.
Keluar dari Partai Demokrat dan Bergabung dengan Partai Hijau?
Setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden November 2024, McKay mengumumkan di platform X (sebelumnya Twitter) bahwa ia resmi meninggalkan Partai Demokrat. Ia menyatakan siap untuk ‘meninggalkan’ Demokrat dan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Partai Hijau atau Working Families, sembari tetap terbuka terhadap ide-ide lain.
Dalam episode Urgent Futures tersebut, McKay juga menyoroti sikap para pemilih progresif dan liberal yang tetap setia pada Partai Demokrat. "Sungguh luar biasa melihat orang-orang yang sudah begitu jauh dalam perjalanan politik ini masih berkata, ‘Kamu harus tetap mendukung Partai Demokrat.’ Padahal partai yang sama tidak pernah menghukum Trump setelah ia memerintahkan massa untuk menyerbu Capitol," ungkapnya.
Ia melanjutkan, "Partai yang sama di mana kandidat presiden sebelumnya, Hillary Clinton, secara harfiah mendanai kampanye Trump."
Tudingan terhadap Partai Demokrat atas Kemenangan Kembali Trump
Pada malam yang sama saat mengumumkan keluar dari Partai Demokrat, McKay juga menyalahkan para pemimpin partai atas kemenangan kembali Trump. "Siapa yang menyangka bahwa berbohong tentang kesehatan kognitif Biden selama dua tahun, menolak untuk mengadakan konvensi terbuka untuk calon baru, tidak pernah membahas asuransi kesehatan publik, serta mendukung fracking—ditambah dukungan terhadap pembantaian anak-anak di Gaza selama setahun oleh keluarga Cheney—bukanlah strategi yang menang?" tulisnya di X.
Pada Agustus 2025, McKay turut menandatangani surat terbuka bersama lebih dari 2.300 anggota Writers Guild of America yang menyerukan perlawanan terhadap tindakan pemerintahan Trump. Surat tersebut menyebut serangan terhadap kebebasan berbicara sebagai ‘otoriter tanpa preseden’.
"Ketika sistem rusak, para liberal kulit putih kaya justru menikmati privilese mereka tanpa mau berubah. Mereka adalah penghalang terbesar bagi perubahan yang adil."