Meskipun popularitas Donald Trump saat ini berada di titik terendah akibat krisis perang di Iran, Alyssa Farah Griffin, pembawa acara ‘The View’, menegaskan bahwa basis pendukung setia Trump tidak akan pernah meninggalkannya.
Dalam episode terbaru podcast ‘Behind the Table’ yang tayang Senin (12/8), Griffin membahas perpecahan yang tampak di kalangan pendukung gerakan MAGA. Beberapa tokoh seperti Megyn Kelly, Tucker Carlson, Alex Jones, dan Joe Rogan terlihat menjauhkan diri dari Trump. Namun, Griffin justru mempertanyakan seberapa serius perpecahan tersebut.
Menurutnya, hanya Marjorie Taylor Greene yang secara terbuka menyatakan oposisi terhadap Trump. Sementara itu, tokoh-tokoh lain yang kritis terhadap Trump tetap menyatakan dukungan mereka.
“Poin utamanya adalah basisnya hampir pasti tidak akan meninggalkannya,” kata Griffin kepada pembawa acara Brian Teta. “Kita sudah melalui pengkhianatan Epstein, janji untuk membuka berkas Epstein, dan jutaan dokumen yang belum dirilis. Perang di Iran juga menjadi pengkhianatan karena dia berjanji mengakhiri perang tanpa akhir.”
Griffin juga menekankan bahwa meskipun Trump memiliki tingkat persetujuan hanya 37%, hal itu menunjukkan bahwa basis intinya tetap setia. Namun, ia kehilangan dukungan dari Republik moderat dan independen. “Dengan persetujuan 37%, tidak ada partai yang bisa memenangkan pemilu tengah masa jabatan,” ujarnya.
Perbedaan Sikap di Kalangan Pendukung MAGA
Griffin menilai bahwa perpecahan di kalangan pendukung MAGA tidak sebesar yang terlihat. Ia menyoroti sikap Marjorie Taylor Greene yang secara tegas menentang Trump, sementara tokoh lain seperti Megyn Kelly dan Tucker Carlson tetap mendukung meski mengkritik keras.
“Marjorie Taylor Greene adalah satu-satunya yang benar-benar mengatakan, ‘Saya sekarang menentang orang ini,’” jelasnya. “Sementara Megyn Kelly dan Tucker Carlson, meski mengkritik Trump di podcast mereka, tetap mengatakan mereka akan mendukungnya.”
Mengenai Joe Rogan, Griffin menyebutkan bahwa Rogan lebih kritis terhadap Trump secara bertahap. “Meskipun ia mengkritik Trump terkait Epstein, perang, dan cara pemerintahannya, saya rasa dia tetap akan memilih Trump lagi,” katanya.
Trump Terlalu Tidak Populer untuk Menang Kembali
Griffin menyimpulkan bahwa Trump terlalu tidak populer untuk memenangkan pemilu lagi. Namun, ia menekankan bahwa basis pendukungnya tidak akan meninggalkannya karena sifat tribalisme dalam politik Amerika. “Jadi, meskipun dia terlalu tidak populer untuk menang lagi dan terlalu tidak populer untuk menyelamatkan Partai Republik dalam pemilu tengah masa jabatan, perpecahan ini tidak separah yang dipikirkan orang,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa secara konstitusional, Trump tidak bisa mencalonkan diri lagi, meskipun ia sering bercanda tentang kemungkinan tersebut.