Ancaman Baru dalam Persaingan AI Global

Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump mengumumkan rencana tegas untuk menghentikan eksploitasi model-model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh perusahaan asing, khususnya China. Langkah ini diumumkan melalui memo resmi yang dikeluarkan pada Kamis (20/6) oleh Michael Kratsios, penasihat utama Presiden untuk sains dan teknologi.

Dalam memo tersebut, Kratsios menuduh entitas asing yang berbasis di China melakukan kampanye skala industri untuk mengekstrak kemampuan dari sistem AI terdepan buatan AS. Ia menyebut praktik ini sebagai bentuk eksploitasi terhadap keahlian dan inovasi Amerika yang disengaja dan sistematis.

Upaya Pertahanan dan Sanksi terhadap Pelanggar

Menurut Kratsios, pemerintah akan bekerja sama dengan perusahaan AI Amerika untuk mengidentifikasi aktivitas semacam itu, membangun pertahanan, serta menemukan cara untuk menghukum pelaku. Langkah ini dianggap krusial mengingat persaingan ketat antara AS dan China dalam pengembangan AI, yang dinilai penting untuk menetapkan standar global serta memberikan keuntungan ekonomi dan militer.

Namun, sebuah laporan terbaru dari Stanford University’s Institute for Human-Centered AI menunjukkan bahwa kesenjangan performa antara model AI terbaik AS dan China telah menutup secara efektif. Temuan ini menambah urgensi bagi AS untuk mempertahankan keunggulannya di bidang teknologi strategis.

Reaksi China: Tuduhan Tanpa Dasar dan Komitmen terhadap Kerja Sama

Kedutaan Besar China di Washington menolak tuduhan AS dan menyebutnya sebagai upaya penindasan yang tidak beralasan terhadap perusahaan-perusahaan China. "China selalu berkomitmen untuk memajukan kemajuan ilmiah dan teknologi melalui kerja sama dan persaingan sehat. Kami juga sangat menghargai perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual," ujar Liu Pengyu, juru bicara kedutaan tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa tuduhan AS tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk mencemarkan reputasi industri AI China. "China dengan tegas menolak tuduhan ini. Kami mendesak AS untuk menghormati fakta, menghentikan prasangka, serta berhenti menekan perkembangan teknologi China. Sebaliknya, AS harus melakukan lebih banyak untuk memajukan pertukaran dan kerja sama ilmiah antara kedua negara," tegasnya dalam konferensi pers di Beijing.

Dukungan Bipartisan untuk RUU Anti-Ekstraksi Model AI

Memo Kratsios ini dirilis bersamaan dengan dukungan bulat dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS terhadap sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan untuk mengidentifikasi aktor asing yang mengekstrak fitur teknis kunci dari model AI milik AS yang bersifat tertutup. RUU tersebut juga mengusulkan sanksi bagi pelaku, termasuk denda dan pembatasan akses terhadap pasar AS.

"Serangan ekstraksi model adalah bentuk terbaru dari pemaksaan ekonomi China dan pencurian properti intelektual AS," kata Rep. Bill Huizenga, anggota Kongres dari Partai Republik asal Michigan, yang menjadi sponsor utama RUU tersebut. "Model AI Amerika menunjukkan kemampuan siber yang transformatif, dan sangat penting bagi kami untuk mencegah China mencuri kemajuan teknologi ini."

Kasus DeepSeek: Contoh Nyata Persaingan AI

Tahun lalu, startup AI asal China, DeepSeek, mencuri perhatian pasar global setelah meluncurkan model bahasa besar yang mampu bersaing dengan raksasa AI AS, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. David Sacks, yang saat itu menjabat sebagai penasihat AI dan kripto untuk Presiden Trump, menuding DeepSeek meniru model-model AS. "Ada bukti substansial yang menunjukkan bahwa DeepSeek mengekstrak pengetahuan dari model-model OpenAI," kata Sacks pada saat itu.

OpenAI, pengembang ChatGPT, juga menyampaikan tuduhan serupa dalam suratnya kepada anggota Kongres AS pada Februari lalu. Mereka menyatakan bahwa China tidak boleh memajukan "AI otoriter" dengan cara "mengambilalih dan memodifikasi inovasi Amerika."

Sementara itu, Anthropic, pengembang chatbot Claude, pada Februari juga menuduh tiga laboratorium AI berbasis di China melakukan kampanye untuk "mengambilalih kemampuan Claude secara ilegal" guna meningkatkan model-model mereka sendiri. Teknik yang digunakan disebut sebagai "distilasi," yaitu dengan melatih model yang lebih sederhana menggunakan output dari model yang lebih canggih.