Bitcoin sempat mengalami penurunan singkat di bawah level $80.000 dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini mengungkapkan kerapuhan pasar setelah beberapa minggu berturut-turut mengalami kenaikan. Meskipun demikian, pedagang opsi tidak serta-merta menganggap penurunan ini sebagai awal dari tren bearish yang lebih dalam.

Menurut data CryptoSlate, penurunan tersebut menghapus sebagian dari kenaikan Bitcoin yang telah mencapai sekitar 37% sejak awal April. Pada saat itu, para pedagang mulai membangun kembali eksposur mereka setelah mengalami kerugian besar pada kuartal pertama. Hingga saat ini, Bitcoin telah pulih ke level $80.360.

Pasar Sedang Konsolidasi, Bukan Capitulation

Analisis mendalam terhadap harga opsi, volatilitas, dan perilaku on-chain menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang melakukan konsolidasi, bukan capitulasi. Berbeda dengan penurunan tajam di masa lalu yang sering dipicu oleh faktor makroekonomi, penurunan minggu ini lebih disebabkan oleh struktur internal pasar kripto itu sendiri.

Sementara itu, pasar saham tradisional seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite masih mendekati rekor tertinggi. Kelemahan lokal Bitcoin ini mengindikasikan adanya kombinasi antara kelelahan pasar, pengambilan untung, dan pembubaran posisi long yang terlalu leveraged.

Faktor Pendorong Penurunan Bitcoin di Bawah $80.000

Penurunan singkat Bitcoin di bawah $80.000 lebih disebabkan oleh tekanan internal pasar kripto daripada perubahan sentimen makro. Dua sumber utama tekanan tersebut adalah:

  • Pengambilan Untung (Profit-Taking): Setelah naik sekitar 37% dari level terendah April, Bitcoin mendorong banyak pembeli baru ke zona untung. Hal ini memberi pedagang yang sebelumnya mengalami kerugian alasan untuk mengurangi eksposur mereka. Data CryptoQuant menunjukkan investor merealisasikan keuntungan pada 14.600 Bitcoin pada tanggal 4 Mei, yang merupakan peristiwa terbesar sejak Desember 2025.
  • Rasio Spent Output Profit (SOPR): Indikator ini melacak apakah pembeli baru menjual koin dengan keuntungan atau kerugian. Pada pertengahan April, rasio SOPR naik menjadi 1,016 dan tetap di atas 1 sejak saat itu. Hal ini menunjukkan bahwa pedagang baru tidak lagi menjual karena tekanan, melainkan untuk mengambil untung dari kenaikan harga.

Perilaku ini mencerminkan dampak yang ditinggalkan oleh penurunan kuartal pertama. Pada Februari dan Maret, banyak pedagang jangka pendek mengalami kerugian tak terealisasi sebesar 20% hingga 30%. Kenaikan pada April memperbaiki sebagian kerusakan tersebut, menciptakan titik keluar alami bagi investor yang menunggu untuk kembali ke titik impas atau mengunci keuntungan kecil.

Pola serupa juga terlihat dalam keuntungan tak terealisasi. Saat ini, pedagang Bitcoin menikmati margin keuntungan agregat sekitar 18%, level tertinggi sejak Juni 2025. Menurut CryptoQuant, tingkat serupa di masa lalu sering kali bertepatan dengan distribusi yang lebih berat, di mana pedagang menggunakan reli untuk mengambil keuntungan.

Namun, penjualan saat ini belum berkembang menjadi distribusi luas oleh pemegang besar. Arus masuk ke bursa masih rendah, yang menunjukkan bahwa pemegang besar tidak secara agresif memindahkan koin ke platform terpusat. Hal ini membatasi sinyal bearish dari pengambilan untung terbaru dan menunjukkan bahwa pasar sedang mencerna kenaikan setelah reli yang tajam.

Tekanan dari Pasar Derivatif

Sumber tekanan lainnya berasal dari pasar derivatif. Kenaikan Bitcoin awal Mei didorong oleh kembalinya leverage dengan cepat di pasar kontrak perpetual futures. Data CryptoQuant menunjukkan bahwa open interest Bitcoin, atau total nilai kontrak derivatif yang belum diselesaikan, meningkat pesat. Hal ini menciptakan tekanan tambahan ketika leverage tersebut dibubarkan, menyebabkan penurunan harga.

Meskipun demikian, pedagang opsi tetap optimis. Mereka melihat penurunan ini sebagai bagian dari konsolidasi alami setelah reli yang kuat, bukan sebagai awal dari tren bearish yang lebih dalam. Dengan demikian, pasar Bitcoin saat ini dianggap sedang dalam fase stabilisasi sebelum melanjutkan pergerakan naik.