Proses draft NFL 2026 menjadi lebih menegangkan setelah NFL mempersingkat waktu pemilihan putaran pertama dari 10 menit menjadi hanya 8 menit. Perubahan aturan ini tak hanya mempercepat alur draft, tetapi juga menciptakan momen-momen dramatis, terutama bagi tim Dallas Cowboys.

Dokumenter terbaru berjudul The Pick Is In mengungkapkan bagaimana tim tersebut berjuang keras untuk menukar posisi draft mereka dari nomor 12 ke nomor 11 dengan Miami Dolphins. Pada awalnya, Dolphins menolak tawaran Cowboys yang dipimpin oleh eksekutif Stephen Jones. Tawaran awal hanya berupa pilihan ronde kelima ditambah komponen tambahan.

Saat waktu Miami tinggal beberapa menit, Cowboys kembali mengajukan tawaran yang diperkuat dengan tambahan satu pilihan ronde kelima. Kali ini, Dolphins setuju. Kesepakatan pun tercapai, tetapi ada satu syarat penting: Cowboys harus segera memasukkan pilihan draft tersebut ke sistem liga sebelum waktu habis. Jika tidak, Dolphins berhak mengambil pemain lebih dulu.

Jones segera menghubungi liga untuk memfinalisasi transaksi. Setelah menutup telepon, ia menunjuk ke jam dan berteriak, "Kita hanya punya sepuluh detik!"

Cowboys akhirnya berhasil memasukkan pilihan draft tepat waktu dan memilih Caleb Downs, safety dari Ohio State, tanpa hambatan. Bayangkan jika mereka gagal: dalam skenario terburuk, Dolphins bisa saja mengambil pemain lebih dulu meskipun telah menerima dua pilihan ronde kelima sebagai gantinya.

Kisah ini mengingatkan pada insiden serupa pada draft NFL 2003. Saat itu, Minnesota Vikings membiarkan waktu habis di posisi ke-7 karena mengira telah melakukan transaksi dengan Baltimore Ravens di posisi ke-10. Akibatnya, Jacksonville Jaguars (posisi 8) dan Carolina Panthers (posisi 9) mengambil pemain lebih dulu sebelum Vikings akhirnya memilih Kevin Williams di posisi 9.

Dokumenter The Pick Is In memberikan gambaran mendalam tentang proses rumit di balik layar draft. Bagi Cowboys, momen ini menjadi bukti betapa kritisnya setiap detik dalam situasi berisiko tinggi.