Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Kamis (12/9) mengirimkan surat kepada Fakultas Kedokteran Universitas Yale, menuduh institusi tersebut melakukan diskriminasi ilegal terhadap calon mahasiswa yang bukan berasal dari kelompok ras Afrika-Amerika atau Hispanik.
Surat serupa juga dikirim pekan lalu kepada Fakultas Kedokteran Universitas California, Los Angeles (UCLA). Tuduhan ini muncul setelah putusan Mahkamah Agung AS pada tahun 2023 melarang penggunaan affirmative action dalam proses penerimaan mahasiswa.
Menurut DOJ, meskipun larangan tersebut telah diberlakukan, kedua fakultas kedokteran tersebut diduga tetap menerapkan praktik diskriminatif. Hal ini didasarkan pada perbedaan rata-rata nilai tes masuk dan IPK antara mahasiswa dari berbagai kelompok ras selama tiga siklus penerimaan terakhir.
DOJ menegaskan bahwa praktik tersebut melanggar hukum dan bertentangan dengan putusan Mahkamah Agung. Mereka mendesak kedua institusi untuk segera menghentikan kebijakan yang dinilai diskriminatif tersebut.