Gubernur Florida, Ron DeSantis, secara resmi memberlakukan peta distrik kongres yang dimanipulasi pada Senin (14/5). Peta tersebut dirancang langsung oleh kantor gubernur untuk menambah empat kursi parlemen bagi Partai Republik menjelang pemilu tengah masa jabatan November. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kekalahan GOP, terutama karena popularitas Presiden Trump yang terus menurun.
DeSantis mengumumkan pemberlakuan peta tersebut melalui unggahan di platform X dengan tulisan “Signed, Sealed, and Delivered”, disertai gambar peta distrik baru Florida. Proses ini dilakukan tanpa upacara resmi atau konferensi pers, hanya dalam waktu kurang dari seminggu setelah legislatif Florida menyetujui peta tersebut menjadi undang-undang. Persetujuan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Mahkamah Agung AS melemahkan Undang-Undang Hak Suara (Voting Rights Act).
Akibat peta baru ini, empat kursi parlemen yang kini dipegang oleh anggota Partai Demokrat—Kathy Castor, Jared Moskowitz, Darren Soto, dan Debbie Wasserman Schultz—menghadapi risiko besar. Tak lama setelah DeSantis mengumumkan, sebuah gugatan hukum pun diajukan untuk menentang peta tersebut.
Konstitusi Florida melarang pembentukan distrik dengan “niat untuk menguntungkan atau merugikan suatu partai politik atau petahana”. Namun, pemimpin Demokrat di DPR Florida, Fentrice Driskell, menuding bahwa peta tersebut dirancang dengan data partisan. “Staf gubernur yang merancang peta ini bersaksi di bawah sumpah bahwa ia menggunakan data partisan untuk setiap distrik,” ujar Driskell. “Setiap satu distrik. Ketika pengacara gubernur ditanya apakah pemilih Demokrat direpresentasikan secara tidak adil dalam delegasi kongres, jawabannya adalah ‘ini adalah pertanyaan normatif.’”
Meskipun demikian, peta baru ini berpotensi menimbulkan dampak balik bagi GOP. Pada tahun pemilu di mana popularitas Trump berada di titik terendah, distrik-distrik baru ini tidak sepenuhnya aman bagi calon Republik. Upaya redistrik ini, yang juga terjadi di negara bagian lain yang dipimpin Republik, sebenarnya dipicu oleh Trump tahun lalu. Langkah ini memicu respons Demokrat di negara bagian seperti California dan Virginia, serta kemungkinan negara bagian lain akan mengikuti.