Setelah menunggu lama, urutan pilihan dalam draf NBA 2026 akhirnya resmi ditentukan melalui lotere. Washington Wizards berhak atas pilihan pertama secara keseluruhan, disusul Utah Jazz di posisi kedua, Memphis Grizzlies di ketiga, dan Chicago Bulls di posisi keempat.

Putaran pertama draf akan digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, sementara putaran kedua berlangsung sehari setelahnya. Wizards memasuki lotere dengan peluang hanya 14% untuk mendapatkan pilihan pertama. Kemenangan ini semakin krusial karena NBA akan menerapkan reformasi lotere tahun depan untuk mengatasi isu tanking yang selama ini mencemari kompetisi.

Setiap tim yang berhasil masuk empat besar layak disebut sebagai pemenang besar. Pasalnya, empat kandidat pemain muda berbakat tengah menanti di puncak kelas ini. Berikut prediksi awal pilihan putaran pertama setelah Wizards memegang hak pilih pertama:

Prediksi Draf NBA 2026 Putaran Pertama

  1. Washington Wizards – AJ Dybantsa, F, BYU

    Scouting NBA sangat menginginkan pemain sayap besar dengan kemampuan menciptakan tembakan seperti Dybantsa. Pemain berusia 19 tahun dengan tinggi 206 cm ini adalah atlet yang sangat lincah. Ia mampu menekan pertahanan lawan dengan langkah-langkah panjang dan terkoordinasi saat menyerang ring.

    Dybantsa memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, baik melalui tembakan melangkah, finishing kuat di bawah tekanan, maupun tembakan melambung di atas lawan. Meskipun profil tembakannya masih didominasi area menengah, kemampuannya untuk mencapai posisi tembak dan mencetak poin sulit menjadikannya ancaman serius di fase playoff ketika tempo permainan melambat. Ia juga mampu melakukan tembakan tiga angka, meski volume tembakannya perlu ditingkatkan di level NBA.

    Sayangnya, dampak defensifnya masih kurang optimal untuk ukuran pemain dengan fisik sehebat dirinya. Dybantsa diproyeksikan akan menjadi pencetak poin andal dan pemain kunci dalam tim selama lebih dari satu dekade.

  2. Utah Jazz – Darryn Peterson, G, Kansas

    Peterson gagal memenuhi ekspektasi tinggi saat memasuki musim ini di Kansas akibat cedera kram dan ketegangan jaringan lunak di bagian bawah tubuh yang kerap membuatnya absen di akhir pertandingan krusial. Namun, jika cedera tersebut tidak bersifat jangka panjang, pemain berusia 19 tahun dengan tinggi 196 cm ini tetap menjadi prospek menarik dengan kemampuan mencetak poin, tembakan tiga angka volume tinggi, permainan pertahanan aktif, dan sedikit kemampuan menciptakan tembakan.

    Peterson dapat bermain sebagai pemain utama atau pemain cadangan dan tetap memberikan tekanan besar bagi pertahanan lawan sebagai pencetak poin. Saat menjadi mahasiswa baru, ia menunjukkan kemampuan menembak yang sangat baik dengan bergerak cepat melewati screen dan melakukan tembakan tiga angka dengan volume tinggi dan jangkauan jauh. Ia juga mampu mengalahkan pemain bertubuh lebih besar dan lambat melalui dribelnya.

  3. Memphis Grizzlies – Ron Holland II, F, G League Ignite

    Holland merupakan salah satu pemain muda paling menjanjikan dalam kelas ini. Dengan tinggi 201 cm dan kemampuan atletis yang luar biasa, ia mampu bermain sebagai pemain serba bisa di posisi sayap. Holland memiliki potensi untuk menjadi pemain bertahan kelas dunia berkat postur tubuhnya yang ideal dan insting pertahanan yang tajam.

    Di sisi ofensif, ia mampu melakukan tembakan jarak menengah dan tiga angka dengan konsistensi yang baik. Kemampuannya untuk membaca permainan dan membuat keputusan cepat menjadikannya ancaman di kedua sisi lapangan. Holland diproyeksikan akan menjadi pilihan solid bagi Grizzlies untuk memperkuat fondasi tim di masa depan.

  4. Chicago Bulls – Stephon Castle, G, UConn

    Castle adalah pemain point guard yang sangat terampil dengan kemampuan mengatur permainan dan mencetak poin. Dengan tinggi 193 cm, ia memiliki visi permainan yang luar biasa dan mampu mendistribusikan bola dengan efektif. Castle juga memiliki tembakan tiga angka yang solid, menjadikannya ancaman ganda di serangan.

    Kemampuannya untuk bermain di bawah tekanan dan membuat keputusan cepat menjadikannya pilihan ideal bagi Bulls yang tengah membangun kembali timnya. Castle diproyeksikan akan menjadi pemain kunci dalam sistem ofensif Bulls di masa depan.

Dampak Reformasi Lotere terhadap Masa Depan Draf

Reformasi lotere yang akan diterapkan NBA tahun depan bertujuan untuk mengurangi praktik tanking yang selama ini merugikan kompetisi. Dengan sistem baru, peluang untuk mendapatkan pilihan tinggi akan lebih merata di antara tim-tim yang berjuang keras di musim reguler. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan persaingan dan menjaga integritas liga.

Kesimpulan

Draf NBA 2026 menjanjikan persaingan sengit di antara empat kandidat pemain muda berbakat. Dengan Wizards, Jazz, Grizzlies, dan Bulls sebagai pemegang empat pilihan teratas, kompetisi untuk mendapatkan pemain-pemain ini akan semakin menarik. Prediksi awal ini menunjukkan bahwa kelas draf tahun depan memiliki potensi besar untuk mengubah wajah kompetisi NBA dalam waktu dekat.

Sumber: SB Nation