Empat aktivis yang ditangkap saat unjuk rasa damai menentang aktivitas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di fasilitas Broadview, Chicago, melayangkan gugatan kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Biro Investigasi Federal (FBI).

Dalam pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik Illinois pada Rabu (11/9), para aktivis menuntut penghentian segera terhadap rencana pengumpulan sampel DNA warga yang ditangkap secara sewenang-wenang. Mereka juga menuding pemerintah telah melanggar Amendemen Pertama (kebebasan berekspresi) dan Amendemen Keempat (perlindungan dari pencarian dan penyitaan tanpa alasan), serta Undang-Undang Prosedur Administrasi.

Menurut gugatan tersebut, pemerintah diduga salah menangkap aktivis damai, kemudian mengumpulkan DNA mereka, mengunggah profil genetik ke dalam database pemerintah, dan menyimpan sampel DNA secara permanen di laboratorium federal.

Para aktivis yang terlibat dalam gugatan ini ditangkap selama operasi penangkapan massal yang disebut "Operation Midway Blitz", di mana ribuan agen federal dikerahkan di wilayah Chicago.

Latar belakang konflik:

  • Operasi Midway Blitz: Aksi penangkapan massal yang dilakukan ICE dan DHS terhadap warga yang diduga terlibat dalam unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi.
  • Kebebasan berekspresi: Para aktivis menegaskan bahwa penangkapan dan pengumpulan data biologis mereka merupakan bentuk pembatasan hak konstitusional.
  • Kekhawatiran privasi: Penyimpanan DNA secara permanen dianggap melanggar hak privasi warga negara.

Gugatan ini diajukan sebagai upaya untuk menghentikan praktik yang dianggap melanggar hukum dan melindungi hak-hak warga negara dari tindakan sewenang-wenang pemerintah.