FBI melakukan razia di kantor dan bisnis Senator Negara Bagian Virginia, L. Louise Lucas, tokoh kunci dalam upaya redistrik yang baru-baru ini memberikan Demokrat empat kursi tambahan di DPR. Razia tersebut terjadi pada Rabu (waktu setempat), melibatkan agen bersenjata lengkap dengan perlengkapan taktis dan kendaraan lapis baja.
Selain kantor Lucas, agen juga menyerbu sebuah dispenser ganja yang terletak di blok yang sama. Beberapa orang di dalam dispenser ditangkap dan diborgol. Sejumlah kotak dokumen juga dibawa keluar dari kantor senator tersebut.
Fox News, yang dikenal sebagai media pro-MAGA, langsung melaporkan peristiwa tersebut. Sementara itu, afiliasi lokal ABC, WSET, mengutip sumber anonim yang menyebut razia ini bagian dari investigasi suap dan korupsi terhadap Lucas yang dimulai sejak masa pemerintahan Biden. Namun, banyak legislator Virginia yang meragukan motif politik di balik tindakan FBI.
Kekhawatiran atas politisasi FBI
Don Scott, Ketua DPR Virginia, menyatakan kekhawatirannya dalam pernyataan resmi. "Saya sangat prihatin dengan razia FBI hari ini," ujarnya. "Dengan politisasi pemerintahan ini—FBI yang dipimpin Kash Patel dan Departemen Kehakiman yang dipimpin mantan pengacara pribadi Donald Trump—masyarakat harus bersikap kritis dan menunggu fakta sebelum mengambil kesimpulan."
Scott menambahkan, "Saat ini, yang ada lebih banyak drama dan spekulasi daripada informasi faktual yang dapat diakses publik. Kita belum tahu pasti apa arti semua ini. Yang jelas, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya kesalahan oleh siapa pun, apalagi Senator Lucas."
Ia juga menyoroti sejarah penggunaan Departemen Kehakiman oleh Trump sebagai alat politik. "Sejak kembali menjabat, Trump tidak ragu menggunakan Departemen Kehakiman untuk menekan lawan-lawannya. Perempuan kulit hitam dalam posisi kuasa sering menjadi sasaran utama."
Pola serangan terhadap perempuan kulit hitam
Contohnya adalah kasus Letitia James, Jaksa Agung New York yang memimpin tuntutan hukum sukses terhadap Trump pada 2022. Ia pernah diindikasikan atas tuduhan penipuan hipotek, namun kasus tersebut akhirnya dibatalkan oleh juri federal. Upaya kedua untuk menuntutnya juga gagal.
Pada Agustus lalu, Trump bahkan berusaha memecat Lisa Cook, anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, dengan tuduhan penipuan hipotek melalui akun Truth Social. Ironisnya, tuduhan serupa juga pernah dialami oleh Bill Pulte, kepala Federal Housing Finance Agency Trump, yang justru membela Cook.
Pada Juni tahun lalu, Anggota DPR LaMonica McIver juga didakwa atas tuduhan menghalangi petugas federal setelah berunjuk rasa di fasilitas ICE. Dakwaan tersebut membawa ancaman hukuman hingga 17 tahun penjara, namun timnya menyebutnya sebagai tindakan politis.